Tersangka Penembakan Jenderal Rusia Ditangkap di Dubai, Putin Beterima Kasih pada Mohammed bin Zayed

Tersangka Penembakan Jenderal Rusia Ditangkap di Dubai, Putin Beterima Kasih pada Mohammed bin Zayed

Global | sindonews | Senin, 9 Februari 2026 - 07:48
share

Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia mengumumkan seorang pria yang diduga menembak Wakil Kepala Intelijen Militer (GRU) Rusia Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev di Moskow telah ditangkap aparat Uni Emirat Arab (UEA) di Dubai.

Menurut FSB, tersangka tersebut, pria Rusia berusia 60-an tahun bernama Lyubomir Korba, ditangkap dan diserahkan ke Rusia setelah melarikan diri ke UEA pada Jumat lalu. Sementara itu, seorang tersangka kaki tangan ditangkap di Moskow dan yang lainnya melarikan diri ke Ukraina.

Baca Juga: Jenderal Rusia Ditembak Berkali-kali tapi Selamat, Ukraina Menyangkal Terlibat

Korba dituduh melakukan penyergapan dan menembak Alekseyev di tangga gedung apartemennya di Moskow, menyebabkannya mengalami luka di lengan, kaki, dan dada. Alekseyev dirawat di rumah sakit dan telah menjalani operasi, menurut laporan media Rusia; TASS, Senin (9/2/2026).

Presiden Rusia Vladimir Putin berterima kasih kepada Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan atas bantuan dalam menahan tersangka, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Laporan TASS menambahkan bahwa pencarian terhadap para penyelenggara serangan sedang berlangsung.

Rusia Salahkan Ukraina

Para pejabat Rusia menuduh Ukraina berada di balik serangan itu, yang terjadi sehari setelah pembicaraan damai yang melibatkan pejabat Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat berakhir di Abu Dhabi dengan pertukaran tahanan tetapi tanpa terobosan untuk mengakhiri perang Rusia selama empat tahun di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut penembakan itu sebagai "tindakan teroris" oleh Ukraina yang bertujuan untuk menyabotase pembicaraan tersebut.

Insiden ini adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap perwira militer senior Rusia yang dikaitkan Moskow dengan Ukraina.

Beberapa pejabat militer berpangkat tinggi telah dibunuh di Rusia dan di wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow sejak Rusia melancarkan serangan militer skala penuh terhadap negara tetangganya pada Februari 2022.

Jenderal Alekseyev telah dikenai sanksi Barat karena dugaan perannya dalam serangan siber dan pengorganisasian serangan agen saraf terhadap pembelot Rusia Sergei Skripal di Inggris pada tahun 2018.

Namun, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan Ukraina tidak ada hubungannya dengan penembakan tersebut. “Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan jenderal tertentu itu—mungkin itu adalah pertikaian internal Rusia mereka sendiri," katanya kepada Reuters.

Topik Menarik