Istri Pegawai Tambang Nikel Adukan Kematian Suami ke Komnas HAM

Istri Pegawai Tambang Nikel Adukan Kematian Suami ke Komnas HAM

Nasional | sindonews | Senin, 9 Februari 2026 - 21:35
share

Seorang perempuan bernama Dyah Ayu Pregawati mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta, Senin (9/2/2026). Kedatangan Dyah untuk mengadukan kematian suaminya, Novia Catur Iswanto.

Menurut Dyah, suaminya yang menjabat sebagai Legal Manager PT Bososi Pratama sempat mengaku mendapat ancaman serius agar tidak melanjutkan pengurusan legalitas perusahaan tambang nikel tersebut.

"Kami ke sini meminta untuk mengusut kematian suami saya. Karena sebelumnya, suami saya mengatakan kalau memang beliau sempat diancam. Sempat ada beberapa ancaman sebelum beliau meninggal," kata Dyah di Kantor Komnas HAM.

Dyah meyakini ancaman itu tidak main-main sebab suaminya terlihat murung setelah menerima ancaman tersebut. Novia Catur sedianya akan memenuhi panggilan dari Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan terkait kisruh kepemilikan legalitas perseroan. Namun, Novia tak memenuhi panggilan tersebut karena sakit dan meninggal dunia pada 27 Desember 2025.

"Suami saya sampai meninggal. Enggak lama itu ancaman itu," tuturnya.Dyah berharap dengan mengadukan ke Komnas HAM tersebut, dia bisa mengetahui sosok yang mengancam suaminya. "Harapan saya tetap, saya pengen tahu siapa yang mengancam suami saya. Karena beliau meninggalkan empat anak, anak kecil," ucapnya.

Hubungan Masyarakat (Humas) PT Bososi Pratama, Khotibul Umam membenarkan bahwa Novia Catur mendapatkan ancaman karena mengurus kisruh kepemilikan legalitas perseroan. "Di antara ancamannya yang disampaikan kepada kami, 'Kalau mau selamat, ya berhenti mengurus administrasi legal PT Bososi'" kata Khotibul di kantor Komnas HAM, Jakarta.

Khotibul mengatakan, Novia memiliki riwayat kesehatan yang baik. Namun, kondisinya semakin memburuk setelah menerima ancaman. "Itu yang bikin almarhum itu gelisah. Gelisah kemudian tertekan. Karena banyaknya ancaman terutama ancaman keselamatan," ujarnya.

Topik Menarik