Iran Bertekad Lawan AS dan Israel hingga Tentara dan Peluru Terakhir

Iran Bertekad Lawan AS dan Israel hingga Tentara dan Peluru Terakhir

Global | sindonews | Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:32
share

Iran bertekad melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel hingga peluru terakhir dan tentara terakhir, karena tidak punya pilihan lain. Pernyataan itu diungkap Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada hari Jumat.

“Prioritas Iran adalah memberikan perlawanan maksimal kepada agresor,” ungkap Khatibzadeh.

"Kita sedang diserang, diinvasi oleh Amerika dan Israel, dan mereka mencoba menimbulkan kerusakan maksimal pada Iran. Saat ini, warga negara saya terus-menerus dibombardir oleh Amerika dan Israel. Teheran terus-menerus diserang, dan kita tidak punya pilihan selain melawan hingga peluru terakhir yang kita miliki dan hingga tentara terakhir yang kita miliki," tegas Khatibzadeh kepada kantor berita ANI.

Diplomat Iran itu menggambarkan konflik tersebut sebagai perjuangan yang diperlukan melawan kekejaman eksternal. Wakil menteri itu juga menekankan krisis dalam hukum internasional saat ini.

“Ini adalah pertempuran yang sangat heroik… bagi kita, dan kita harus menghentikan agresor dan kekejaman mereka di Iran… Sekarang hukum internasional sedang diserang, begitu pula Iran. Sayangnya, prinsip-prinsip hukum internasional telah diserang, dan kita harus bersatu melawan kekejaman ini,” kata Khatibzadeh.Tindakan AS mengancam norma-norma diplomatik global, tambahnya.

“Amerika telah membunuh kepala negara lain. Jika ini adalah norma baru, maka tidak ada seorang pun, tidak ada negara di dunia yang benar-benar dapat memiliki hubungan diplomatik normal dengan negara lain,” ungkap Khatibzadeh.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel, serta terhadap pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.

Serangan terhadap Iran terjadi meskipun ada pembicaraan yang dimediasi Oman antara Washington dan Teheran tentang masalah nuklir Iran di Jenewa.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei adalah pelanggaran hukum internasional yang sinis. Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera.

Baca juga: IRGC Serang Kapal Tanker Minyak AS, Peringatkan Kapal-kapal di Selat Hormuz

Topik Menarik