Banjir Terjang Demak, 583 Warga Mengungsi dan 1 Orang Hilang

Banjir Terjang Demak, 583 Warga Mengungsi dan 1 Orang Hilang

Nasional | sindonews | Sabtu, 4 April 2026 - 06:18
share

Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat (3/4/2026) menyebabkan 583 jiwa mengungsi. Musibah ini juga membuat seorang warga hilang.

"Secara kronologi, peristiwa ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air hingga mengakibatkan tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol, sehingga air meluap dan merendam permukiman warga," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Lebih lanjut, wilayah yang terdampak mencakup empat kecamatan dengan total delapan desa terdampak. Adapun rinciannya di Kecamatan Guntur meliputi Desa Trimulyo, Desa Sidoharjo, Desa Turirejo, dan Desa Sumberejo. Di Kecamatan Karangtengah mencakup Desa Ploso.

Baca juga: Jokowi Buka Suara soal Isu Keterlibatan Puan, AHY, dan Habib Rizieq di Kasus Tudingan Ijazah Palsu

Sementara itu, di Kecamatan Wonosalam terdapat Desa Lempuyang. Adapun di Kecamatan Kebonagung meliputi Desa Solowire dan Desa Sarimulyo.

Dari data yang dihimpun sementara, sebanyak 1.070 kepala keluarga atau 4.280 jiwa terdampak dan sebanyak 583 warga mengungsi di sejumlah titik. Selain itu, banjir juga berdampak pada 1.230 unit rumah, dengan empat unit rumah mengalami rusak berat.

"Fasilitas pendidikan sebanyak 10 unit dan fasilitas ibadah sebanyak 15 unit turut terdampak. Sementara itu, sekitar 194 hektare lahan sawah ikut terendam," kata pria yang akrab disapa Aam ini.

Hingga kini, kondisi air masih terpantau tinggi dan proses evakuasi warga masih berlangsung, khususnya di wilayah Desa Trimulyo. Layanan kebutuhan dasar bagi pengungsi, seperti permakanan dan layanan kesehatan, terus diberikan di lokasi pengungsian.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi tanggul dan debit air yang masih tinggi. Abdul menyebut, kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik, air bersih, obat-obatan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, serta peralatan kebersihan.

"Selain itu, penguatan tanggul di beberapa titik aliran Sungai Tuntang menjadi prioritas untuk mencegah dampak yang lebih luas," pungkasnya.

Topik Menarik