AS Ancam Perang Lagi dengan Iran: Infrastruktur dan Listrik Bakal Dibom!
Amerika Serikat (AS) mengancam akan meluncurkan perang lagi melawan Iran jika Teheran menolak membuat kesepakatan. Amerika sudah membidik infrastruktur, listrik dan energi negara Islam itu sebagai target pengeboman.
Ancaman disampaikan Presiden AS Donald Trump ketika mengumumkan kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon di luar Gedung Putih pada Kamis waktu Washington.
Baca Juga: Iran Tantang AS Perang Darat: 'Hebat Jika Luncurkan Invasi...'
AS dan Iran telah membahas putaran kedua perundingan perdamaian di Pakistan. Trump, seperti dikutip BBC, Jumat (17/4/2026), mengatakan AS dan Iran telah menyepakati banyak hal, termasuk bahwa Teheran tidak akan memiliki senjata nuklir "lebih dari 20 tahun"—tetapi melontarkan ancaman: "Jika tidak ada kesepakatan, pertempuran akan berlanjut."
Ancaman juga disampaikan Menteri Perang Amerika Pete Hegseth pada hari yang sama."Jika Iran membuat pilihan yang buruk, maka mereka akan menghadapi blokade dan bom yang dijatuhkan pada infrastruktur, listrik, dan energi," kata Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon.Pasukan AS mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz pada pukul 14.00 GMT pada hari Senin setelah perundingan damai di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan pada hari Minggu.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan blokade tersebut berlaku untuk semua kapal, tanpa memandang kewarganegaraan, yang menuju atau dari pelabuhan Iran.
"Jika Anda tidak mematuhi blokade ini, kami akan menggunakan kekuatan," kata Caine di samping Hegseth.
"Sejauh ini, 13 kapal telah membuat pilihan bijak untuk berbalik," imbuh jenderal tertinggi AS tersebut.
Sementara itu, Hegseth mengatakan pasukan Iran sedang berusaha menggali peralatan yang terkubur selama lebih dari lima minggu serangan AS-Israel terhadap republik Islam tersebut.Menyampaikan pesan langsung kepada para pemimpin Iran, dia berkata: "Kami tahu aset militer apa yang Anda pindahkan dan ke mana Anda memindahkannya. Sementara Anda menggali—yang persis seperti yang Anda lakukan, menggali fasilitas yang dibom dan hancur—kami justru semakin kuat."
WFP Peringatkan Konflik Timur Tengah Bisa Dorong 45 Juta Orang dalam Kelaparan Akut pada Juni
"Anda menggali peluncur dan rudal Anda yang tersisa tanpa kemampuan untuk menggantinya—Anda tidak memiliki industri pertahanan, tidak memiliki kemampuan untuk mengisi kembali kemampuan ofensif atau defensif Anda," kata Hegseth.
Kepala Komando Pusat Amerika Laksamana Brad Cooper, yang bertanggung jawab atas pasukan Amerika di Timur Tengah, mengatakan Washington menggunakan gencatan senjata untuk mempersenjatai kembali dan menyesuaikan diri.
"Kami sedang mempersenjatai diri kembali, kami sedang memperbarui peralatan, dan kami sedang menyesuaikan taktik, teknik, dan prosedur kami. Tidak ada militer di dunia yang menyesuaikan diri seperti kami, dan itulah yang sedang kami lakukan saat ini selama gencatan senjata," kata Cooper.






