Soal Temuan Gadhaj Adam, Roy Suryo: Kalau itu Mikro Teks Pengaman, Keputusannya Mana?
Pakar Telematika, Roy Suryo kembali menemukan kejanggalan dalam ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam ijazah tersebut terdapat mikro teks 'gadhaj adam' di tengah-tengah watermark tulisan Gadjah Mada selaku nama universitas.
Roy Suryo pun menantang siapa saja yang bisa menampilkan bukti jika mikro teks tersebut merupakan tanda pengaman dari ijazah.
Baca juga: Roy Suryo Cs Kembali Surati Komisi III, Refly Harun: Sudah 3 Bulan Lebih Tidak Ada Tanggapan
"Yang namanya gadhaj adam, sekali lagi, itu kalaupun itu disebut sebagai sesuatu yang resmi dari UGM, kita tanya, keputusannya mana? UGM kalau itu menyatakan itu resmi itu mikroteks pengaman ya, ada nggak?jangan buat keputusan yang mundur," kata Roy Suryo saat konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026).
Ia mengungkapkan, terkait gadhaj adam ini telah coba diteliti oleh peneliti yang biasa disebut dengan Topi Merah."Topi Merah juga sudah membuktikan, dengan menggunakan program yang sama, tidak muncul ya tulisan-tulisan ini," ujarnya.
Baca juga: Ade Armando Klaim Tak Pernah Sebut JK Menistakan Agama, tapi...
"Jadi artinya tulisan-tulisan ini tidak muncul kalau digunakan rumus yang, atau hitungan yang ada pada, dilakukan oleh si Rismon," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, Roy Suryo menemukan kejanggalan dalam ijazah kelulusan Rismon Sianipar di Universitas Gadjah Mada (UGM).Hal itu terungkap setelah dirinya bersama salah seorang peneliti yang akrab disapa Topi Merah menemukan bahwa tulisan nama universitas pada ijazah tersebut tidak sesuai. Momen itu terjadi saat dirinya diundang dalam Rakyat Bersuara iNews TV pada Selasa, 21 April 2026 lalu.
Saat itu data temuan Roy Suryo ditampilkan dalam acara tersebut dan pihak pengacara lawan menduga bahwa pihak televisi telah mencuri data dan menyebarkannya secara ilegal kepada Roy yang juga tersangka kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Yaitu bukan di embosnya itu bukan Universitas Gajah Mada tapi Universitas Gajhaj Adam,” ujar Roy dalam konferensi pers di Larazeta Resto Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).
“Saya tidak fokus lagi ke apa kesalahan dari itu. Tapi apa? Karena kami berdua, saya dan topi merah itu dianggap mencuri data dan TV tersebut, itu dianggap telah memberikan data ilegal kepada pihak lain yang tidak berkompeten,” tandasnya.










