Usut Penyebab KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Polisi Gunakan Metode TAA

Usut Penyebab KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Polisi Gunakan Metode TAA

Nasional | sindonews | Rabu, 29 April 2026 - 20:01
share

Polisi terus mengusut penyebab pasti tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Polisi menggunakan metode Traffic Accidents Analysis (TAA) untuk mengungkap kecelakaan tersebut.

Metode TAA dilakukan guna mendapatkan data yang akurat terkait rangkaian peristiwa. Polisi mengungkapkan bahwa insiden berawal dari kecelakaan antara KRL dengan taksi listrik di pelintasan sebidang Jalan Ampera.

"Kecelakaan itu diakibatkan korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, tempat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera," kata Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: KDM Perintahkan Wali Kota Bekasi Segera Pasang Palang Pintu Pelintasan Kereta

Akibat gangguan tersebut, taksi listrik terseret dan mengganggu jalur kereta. Situasi itu kemudian memicu rangkaian kejadian hingga berujung tabrakan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.Untuk mengungkap secara detail kronologi kecelakaan, Korlantas mengerahkan dua jenis teknologi TAA. Pertama, TAA statis menggunakan kamera lidar yang mampu merekam kondisi sekitar secara 360 derajat. Kedua, TAA portable dengan tampilan helicopter view.

Baca Juga: KRL Bekasi-Cikarang Sudah Beroperasi Normal

Kementerian Perhubungan sebelumnya memaparkan kronologi tabrakan itu yang bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di pelintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Akibat insiden itu, sebanyak 16 penumpang KRL meninggal dunia. Sementara, 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

Topik Menarik