Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?

Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?

Ekonomi | sindonews | Senin, 15 Juni 2026 - 08:43
share

Elon Musk mencatat sejarah baru dalam dunia bisnis global setelah menjadi individu pertama yang memiliki kekayaan lebih dari USD1 triliun atau setara Rp18 kuadriliun. Lonjakan kekayaan tersebut didorong oleh melonjaknya valuasi SpaceX setelah saham perusahaan antariksa itu mencatat debut kuat di bursa saham Amerika Serikat.

"Elon Musk resmi menjadi kuadriliuner pertama di dunia setelah debut saham SpaceX, dengan nilai kepemilikannya di perusahaan tersebut mencapai hampir USD870 miliar," demikian laporan yang dikutip dari Yahoo Finance pada Senin (15/6/2026).

Baca Juga:4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil

Status baru ini diraih dalam sehari pada hari pertama saham SpaceX resmi melantai di bursa saham Nasdaq, Jumat (12/6) lalu. Saham SpaceX dengan kode perdagangan SPCX dibuka pada harga USD150 per saham dan ditutup menguat lebih dari 19 ke level USD160,95 pada perdagangan perdana di Nasdaq. Pada sesi berikutnya, saham masih bertahan di kisaran USD158 per lembar sehingga mendorong valuasi perusahaan mencapai sekitar USD2,2 triliun.

Musk diketahui menguasai sekitar 42 saham SpaceX melalui struktur saham ganda yang memberinya sekitar 82 hak suara. Dengan valuasi terbaru tersebut, nilai kepemilikannya di perusahaan antariksa itu diperkirakan mencapai USD869,4 miliar.

Selain SpaceX, sumber utama kekayaan Musk berasal dari Tesla. Berdasarkan dokumen regulator terbaru, Musk memiliki sekitar 717 juta saham Tesla. Dengan harga saham perusahaan kendaraan listrik itu berada di kisaran USD388 per lembar, nilai kepemilikannya mencapai sekitar USD278,2 miliar.

Jika digabungkan, nilai kepemilikan Musk di SpaceX dan Tesla telah mencapai sekitar USD1,147 triliun. Jumlah tersebut belum memperhitungkan aset lain yang dimilikinya melalui Neuralink, The Boring Company, xAI, maupun berbagai investasi pribadi lainnya.

Kenaikan valuasi SpaceX dalam beberapa tahun terakhir ditopang oleh pertumbuhan layanan internet satelit Starlink yang kini memiliki jutaan pelanggan berbayar di berbagai negara. Bisnis tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan utama perusahaan sekaligus meningkatkan optimisme investor terhadap prospek jangka panjang SpaceX.

Baca Juga:Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBGMeski masih mencatat kerugian tahunan akibat besarnya investasi pada pengembangan roket generasi terbaru Starship serta ekspansi kecerdasan buatan melalui xAI, pasar tetap memberikan penilaian tinggi terhadap potensi pertumbuhan perusahaan. Belanja modal juga meningkat untuk pembangunan pusat data berskala besar, termasuk proyek Colossus dan Colossus II.

Kepercayaan investor tercermin dari tingginya minat terhadap saham SpaceX yang berhasil membukukan penggalangan dana IPO terbesar dalam sejarah dengan nilai mencapai USD75 miliar. Nilai tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Saudi Aramco sebesar USD29,4 miliar pada 2019 dan Alibaba sebesar USD21,4 miliar pada 2014.

Pencapaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Musk sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di sektor teknologi, transportasi antariksa, dan kecerdasan buatan. Dengan valuasi SpaceX dan Tesla yang terus meningkat, kekayaan Musk kini berada jauh di atas para miliarder dunia lainnya, menandai babak baru dalam sejarah akumulasi kekayaan global yang didorong oleh inovasi teknologi berskala besar.

Topik Menarik