Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia

Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia

Nasional | sindonews | Jum'at, 19 Juni 2026 - 05:22
share

Proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air mencatatkan progres yang sangat positif dan berjalan sesuai jadwal. Memasuki hari ke-59 operasional haji atau Kamis (18/6//2026), tercatat lebih dari separuh total jemaah haji telah tiba di kampung halaman.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan sebanyak 114.236 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas telah sukses mendarat di Indonesia. Angka tersebut merepresentasikan 55 persen dari total keseluruhan kuota jemaah haji nasional tahun ini.

Baca juga: Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji

Kelancaran operasional pemulangan maraton ini tidak lepas dari peran krusial para jemaah itu sendiri. Tingginya tingkat kedisiplinan jemaah dalam mematuhi aturan penerbangan menjadi kunci utama kelancaran arus kepulangan massal.

Sikap kooperatif jemaah terlihat nyata dari minimnya temuan pelanggaran barang bawaan bagasi di bandara debarkasi Arab Saudi. Pemeriksaan sinar-X berjalan sangat cepat karena tidak ada lagi insiden pembongkaran koper akibat temuan selundupan air zamzam.

"Alhamdulillah hingga hari ini, sebanyak 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dan 33 kloter melalui Bandara Madinah. Sementara itu, total yang telah tiba di Indonesia mencapai 114.236 jemaah dan petugas," ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff di Madinah, dikutip Jumat (19/6/2026).

Baca juga: Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji

Maria memberikan apresiasi khusus kepada seluruh jemaah Indonesia yang terus menunjukkan sikap tertib selama masa krusial ini. Kepatuhan tersebut dinilai sangat esensial dalam menjaga ketertiban jadwal penerbangan internasional yang sangat ketat.

"Kami mengapresiasi jemaah yang dengan penuh kesadaran mematuhi berbagai ketentuan perjalanan dan penerbangan, termasuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin," tegasnya.Kepatuhan untuk tidak membawa air zamzam ke dalam kabin pesawat terbukti ampuh membantu petugas dalam menjaga keamanan dan keselamatan. Jemaah pun diimbau tidak perlu khawatir karena jatah lima liter air zamzam telah dijamin oleh pemerintah.

Air suci tersebut akan dibagikan secara resmi kepada masing-masing jemaah sesaat setelah mereka menginjakkan kaki di asrama haji debarkasi. Kebijakan ini diberlakukan semata-mata demi memberikan kenyamanan dan memangkas waktu tunggu di bandara.

Kedisiplinan yang ditunjukkan jemaah selama fase ini mencerminkan semangat tanggung jawab yang terbangun kokoh selama di Tanah Suci. Sikap saling menjaga dan kooperatif ini turut mendukung kesuksesan operasional haji Indonesia secara keseluruhan.

Selain soal kepatuhan bagasi, pemerintah terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama melakoni perjalanan panjang antaranegara. Jemaah diminta rutin mengonsumsi air putih dan memaksimalkan waktu istirahat di dalam pesawat.

Perjalanan spiritual ini pada hakikatnya tidak terhenti saat roda pesawat lepas landas meninggalkan wilayah udara Arab Saudi. Jemaah diharapkan mampu membawa pulang nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

"Haji tidak berakhir saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang telah dipelajari selama berhaji hendaknya terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Maria.

Selain mengawal fase kepulangan gelombang pertama, Kemenhaj kini juga tengah memantau pergerakan jemaah haji gelombang kedua. Tercatat sebanyak 192 kloter atau 74.441 jemaah telah bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk menjalankan ibadah Arbain.

Topik Menarik