Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, Tommy Kurniawan mendukung penuh program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mensejahterakan dan mencerdaskan rakyat Indonesia. Program prioritas Presiden mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemerataan pendidikan melalui sekolah rakyat telah menunjukkan capaian nyata dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Dia juga memberikan dukungan berkelanjutan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat sorotan dan kritik dari berbagai kalangan.
Baca juga: Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
“Seluruh program prioritas melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto telah dijalankan dijalankan secara terintegrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Ini patut diapresiasi,” ujar Tommy Kurniawan yang akrab disapa Tomkur, Sabtu (20/6/2026).
“Terkait dengan program MBG yang menjadi perhatian publik, harus dilihat secara objektif dan berimbang. Program ini telah dirasakan jutaan Masyarakat dan sejatinya ini Adalah program yang mulia dan saya fikir harus di kawal dengan sebaik baiknya.” lanjutnya.Garda Bangsa sebagai organisasi pemuda di bawah naungan PKB merasa berkepentingan dengan suksesnya program MBG yang memiliki tujuan baik ini.
Baca juga: MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Tommy merasa program MBG sangat bermanfaat untuk masyarakat dengan kondisi perekonomian yang terbatas. Tommy mencontohkan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banyak keluarga petani, pedagang keliling, kuli bangunan sampai pekerja serabutan yang perlu dibantu atau diringankan bebannya dengan memberikan makanan cukup gizi pada anak-anak mereka.
“Inilah manfaat besar yang dirasakan dan memang berdampak langsung pada keluarga yang menerimanya kemudian pada akhirnya bisa memastikan gizi anak-anak mereka terpenuhi dengan baik,” ungkap Tommy. Namun demikian, Tommy Kurniawan juga memahami bahwa pelaksanaannya terdapat beberapa masalah dan mungkin tidak bisa langsung sempurna. Hal itu menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, karena program MBG di Indonesia baru tahap awal dan setiap masalah direspon dengan cepat untuk diperbaiki kedepannya.
Tommy mencontohkan negara seperti Jepang yang memiliki program sejenisnya sempat mengalami masalah akibat darurat pangan dan mengalami keracunan massal. Namun saat ini program pemenuhan gizi di Jepang sukses dan menjadi model dunia dalam pelaksanaan dan tata kelolanya.
Termasuk Finlandia program sejenisnya pun sempat ditolak akibat pembengkakan anggaran. Sampai akhirnya bisa diatasi dan terlaksana dengan baik. India pun mengalami hal yang sama. Programnya bernama Mid-Day Meal Scheme sukses besar memberi makan lebih dari 118 juta anak. Program ini sempat menghadapi berbagai masalah krusial seperti kasus keracunan makanan parah dan korupsi dana. Namun India perlahan bisa memperbaikinya dan menekan angka stunting di negaranya.
Contoh paling terupdate adalah negara Inggris yang juga memiliki program yang mirip dengan MBG. Ditahun 2000-an, kualitas makanan sekolah yang disiapkan sangat memprihatinkan dan didominasi makanan olahan murah. Hal ini memicu kampanye besar-besaran dari para koki dan selebritas yang akhirnya berhasil mendesak pemerintah untuk mereformasi total. Standar, tata Kelola dan cakupan penerimanya pun terus diperluas untuk membantu keluarga menghadapi krisis biaya hidup. Kini Inggris menerapkan School Food Standards yang sangat ketat. Program ini memastikan setiap makanan mengandung protein, sayuran, dan nutrisi segar.
“Dari beberapa negara percontohan yang memiliki program sejenis hampir semuanya memiliki masalah masing-masing dan kemiripan ditahap awal pelaksanaannya. Kini negara-negara tersebut sukses melakukan perbaikan seluruh sistem pengolahan dan pendistribusian serta anggaran hingga mendapat apresiasi dari rakyatnya,” ucapnya. “Negara-negara tersebut akhirnya mampu menciptakan SDM berkualitas untuk ikut membangun bangsanya bersama-sama. Saya rasa, Indonesia yang baru satu tahunan menjalankan program ini (MBG) akan terus berbenah dan melakukan perbaikan hingga akhirnya tujuan tercapai dengan mensejahterakan masyarakat dan mencerdaskan bangsa,” jelasnya. Tommy tidak mempermasalahkan kritik yang datang dari masyarakat untuk program prioritas pemerintah. Hal itu merupakan bagian dari demokrasi dan diatur oleh Undang-Undang. Namun setiap kritik harusnya diikuti dengan memberikan solusi yang tepat dan baik.
“Kritik boleh tapi jangan hanya kritik, terus menghina dan menjatuhkan apalagi membuat situasi menjadi gaduh membuat proksi untuk mengadu domba Masyarakat. Tapi alangkah baiknya memberikan solusi agar program prioritas pemerintah menjadi lebih tepat sasaran guna untuk membangun Indonesia yang lebih produktif serta sesuai dengan asta cita yang dibangun Indonesia emas dan berdaya saing," katanya.
Kritik yang positif terhadap pemerintah menjadi vitamin untuk terus memperbaiki tata kelolanya.
"Mari sebagai anak-anak muda kita memiliki visi yang lebih maju kedepan dan terus berkontribusi yang positif bagi kemajuan bangsa dan negara. Perpecahan dan pertikaian hanya membawa dampak buruk dan negative bagi citra negara dan kita semua," ujarnya.
Justru dengan kegaduhan itu banyak oportunis atau orang-orang yang memanfaatkan situasi agar Indonesia tidak pernah mencapai cita-citanya. Dia menegaskan, sejatinya Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang lebih baik dan maju ke depannya.










