AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC

AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC

Teknologi | sindonews | Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:27
share

Microsoft Indonesia bersama Dicoding Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar AI Impact Challenge Innovation Showcase. Sebuah ajang apresiasi serta pameran inovasi yang menampilkan karya-karya terbaik para peserta program Microsoft Elevate Training Center (METC).

Diselenggarakan di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, acara ini menjadi puncak rangkaian AI Impact Challenge yang mempertemukan talenta digital, pemerintah, dan industri untuk menyaksikan berbagai solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menjawab tantangan nyata di masyarakat.

AI Impact Challenge merupakan kompetisi yang dirancang khusus bagi lulusan METC untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan AI yang telah mereka pelajari pada proyek nyata. Kompetisi ini terdiri dari dua jalur. Baca juga: AI Ciptakan Perusahaan-perusahaan Baru dengan Omset Besar

Pertama, Datathon, yang berfokus pada analisis data dan pemanfaatan AI untuk menghasilkan rekomendasi berbasis data. Kedus, Hackathon, yang menantang peserta untuk membangun solusi digital inovatif terhadap permasalahan di dunia nyata.

Dirjen Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah mengapresiasi dan mendukung program ini. Dukungan ini bukti komitmen Komdigi memperkuat kedaulatan bangsa di bidang AI. ”Aspek AI Sovereignty ini sangatlah penting agar Indonesia dapat maju di bidang teknologi, memecahkan masalah-masalah riil di masyarakat dengan kekuatan kita sendiri,” katanya, Kamis (18/6/2026). METC sendiri merupakan bagian dari inisiatif global Microsoft Elevate yang bertujuan mempercepat pengembangan keterampilan AI dan kompetensi digital. Melalui program ini, pada 2026, lebih dari 42.000 talenta digital Indonesia telah memperoleh akses pembelajaran dalam bidang artificial intelligence, machine learning, data science, dan teknologi cloud berbasis Microsoft Azure.

Selain pembelajaran mandiri melalui platform Dicoding, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan online dan offline yang dipandu para praktisi industri. Program ini dirancang untuk memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan AI untuk menghasilkan dampak nyata.

Dalam penyelenggaraan AI Impact Challenge tahun ini, sebanyak 363 tim berpartisipasi dan berkompetisi. Mereka menghadirkan solusi inovatif yang menjawab berbagai tantangan pada sektor publik maupun industri. Para pemenang memperoleh kesempatan memamerkan solusi mereka melalui booth showcase, melakukan presentasi di hadapan para pemangku kepentingan, serta mendapatkan apresiasi langsung dari perwakilan pemerintah dan industri.

Stafsus Menteri Komdigi Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan menegaskan, komitmen pemerintah untuk menyediakan berbagai use case nyata dari masyarakat guna memantik lahirnya inovasi berbasis AI. Melalui pendekatan ini, Alfreno berharap para talenta digital dapat merancang solusi teknologi yang lebih relevan dengan kebutuhan konkret di lapangan.

Government Affairs Director, Microsoft Indonesia Widya Listyowulan memandang AI Impact Challenge ini lebih dari sekadar kompetisi teknologi. Inilah bentuk pengembangan SDM digital yang strategis karena berorientasi pada pemecahan masalah yang kita hadapi setiap hari. Inovasi yang hadir bisa bermanfaat bagi masyarakat. ”Microsoft bangga menjadi bagian dari ekosistem ini dan akan terus mendukung pemerintah dalam merancang kebijakan yang mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab, berdampak, dan merata," jelasnya.CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono mengatakan, Indonesia Developer Outlook 2026 menunjukkan bahwa 67,3 talenta digital Indonesia telah menggunakan AI setiap hari dalam aktivitas mereka. Sebanyak 93,6 di antaranya merasakan peningkatan produktivitas yang signifikan.

Temuan ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan keterampilan yang harus dimiliki saat ini. Melalui METC, Dicoding Indonesia ingin memastikan talenta digital Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis AI yang memberikan dampak nyata.

”AI Impact Challenge menjadi bukti bahwa ketika talenta diberikan akses pembelajaran yang tepat, mereka mampu menghadirkan inovasi yang relevan untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat, industri, maupun pemerintahan,” jelasnya. Baca juga:Komdigi Wajibkan Registrasi SIM Card Wajib Gunakan Biometrik untuk Pengguna Baru Mulai Awal Juli

Narenda menambahkan kolaborasi antara Microsoft dan Dicoding sejak 2025 telah membuka akses pembelajaran teknologi bagi lebih dari 80.000 talenta digital Indonesia. Juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat daya saing bangsa pada era transformasi digital berbasis AI.

Melalui AI Impact Challenge Innovation Showcase, Microsoft, Dicoding, dan Komdigi berharap semakin banyak talenta digital Indonesia yang memiliki kompetensi teknis yang kuat. Termasuk mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Topik Menarik