Selebrasi Liar Lautaro Martinez Lolos dari Kartu Merah, Begini Penjelasan FIFA
Timnas Argentina dipastikan tetap diperkuat Lautaro Martinez saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. Kepastian itu muncul setelah striker Inter Milan tersebut tidak mendapat kartu kuning kedua meski melakukan selebrasi yang memicu kontroversi saat menghadapi Swiss di babak perempat final.
Keputusan wasit João Pinheiro langsung memancing perdebatan di kalangan suporter. Banyak yang mempertanyakan mengapa Lautaro tidak dihukum, mengingat ia sudah mengantongi satu kartu kuning sebelum mencetak gol penutup kemenangan Argentina 3-1 atas Swiss di Kansas City Stadium.
Lautaro mencetak gol ketiga Argentina pada menit ke-120 untuk memastikan langkah La Albiceleste ke semifinal. Seusai menjebol gawang Gregor Kobel, ia berlari menuju tribun pendukung Argentina, melompati papan iklan, lalu merayakan gol bersama para suporter.
Aksi tersebut membuat banyak penggemar meyakini Lautaro seharusnya menerima kartu kuning kedua. Jika itu terjadi, penyerang berusia 28 tahun tersebut otomatis mendapat kartu merah dan harus menjalani skorsing saat Argentina menghadapi Inggris.
Namun, wasit Pinheiro memilih tidak memberikan hukuman. Keputusan itu ternyata masih sesuai dengan ketentuan Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB).Dalam Law 12 mengenai pelanggaran dan tindakan tidak sportif, dijelaskan bahwa pemain memang diperbolehkan merayakan gol selama selebrasi tersebut tidak dilakukan secara berlebihan atau menyebabkan pemborosan waktu yang signifikan.
Aturan tersebut juga menegaskan bahwa meninggalkan lapangan untuk merayakan gol bukan merupakan pelanggaran yang otomatis berbuah kartu kuning, selama pemain segera kembali ke lapangan.
Seorang pemain baru wajib diberi kartu kuning apabila selebrasinya memenuhi kriteria tertentu, seperti memanjat pagar pembatas stadion, mendekati penonton dengan cara yang membahayakan keselamatan atau keamanan, melakukan tindakan provokatif, menghina lawan, mengenakan topeng, maupun melepas jersey.
Karena selebrasi Lautaro tidak memenuhi unsur-unsur tersebut dan dinilai tidak membahayakan keamanan, keputusan untuk memberikan kartu kuning sepenuhnya berada dalam diskresi wasit. Pinheiro menilai aksi sang penyerang masih dalam batas yang diperbolehkan sehingga tidak ada hukuman tambahan.
Meski demikian, keputusan tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai kepemimpinan wasit dalam laga Argentina. Sebelumnya, Swiss juga memprotes kartu merah Breel Embolo yang terjadi setelah tinjauan VAR. Wasit membatalkan kartu kuning untuk Leandro Paredes dan justru menghadiahkan kartu kuning kedua kepada Embolo karena dianggap melakukan simulasi.
Kontroversi lain juga sempat mewarnai perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Mesir melayangkan kritik terhadap beberapa keputusan wasit saat kalah 2-3 dari Argentina di babak 16 besar, sehingga memicu tudingan bahwa La Albiceleste beberapa kali diuntungkan oleh keputusan pertandingan.
Terlepas dari polemik tersebut, Lautaro dipastikan tersedia untuk laga semifinal melawan Inggris. Kehadirannya menjadi tambahan kekuatan penting bagi skuad Lionel Scaloni yang juga mengandalkan Lionel Messi, Julian Alvarez, dan Alexis Mac Allister dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.









