Media Norwegia Pertanyakan Gol Inggris, Sebut Berpotensi Jadi Skandal Wasit Terbesar

Media Norwegia Pertanyakan Gol Inggris, Sebut Berpotensi Jadi Skandal Wasit Terbesar

Olahraga | sindonews | Senin, 13 Juli 2026 - 03:03
share

Kekalahan dramatis Timnas Norwegia dari Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 masih menyisakan kontroversi. Sejumlah media besar Norwegia menilai tim mereka dirugikan oleh insiden yang terjadi sebelum gol penyeimbang Inggris, bahkan menyebutnya berpotensi menjadi salah satu skandal kepemimpinan wasit terbesar dalam sejarah turnamen.

Norwegia harus mengubur mimpi melangkah ke semifinal setelah kalah 1-2 dari Inggris melalui babak tambahan waktu di Stadion Miami, Minggu (12/7/2026) WIB. Jude Bellingham menjadi mimpi buruk bagi skuad Stale Solbakken lewat dua golnya, termasuk gol kemenangan pada babak extra time.

Sebelumnya, Norwegia sempat unggul lebih dulu melalui Andreas Schjelderup. Mereka juga memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan ketika Alexander Sorloth berada dalam situasi dua lawan satu bersama Erling Haaland. Namun, Sorloth memilih menyelesaikan peluang sendiri ketimbang mengoper bola kepada Haaland yang berada dalam posisi terbuka.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Inggris Singkirkan Norwegia di Piala Dunia 2026

Inggris akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat gol Bellingham menjelang turun minum. Pada babak kedua, Norwegia kembali sempat mencetak gol melalui Torbjorn Heggem, tetapi dianulir VAR setelah Erling Haaland dinilai mendorong Elliot Anderson dalam proses terjadinya gol.Gol kemenangan Inggris akhirnya lahir pada babak tambahan waktu. Bellingham memanfaatkan kesalahan kiper Orjan Nyland untuk membawa The Three Lions menang 2-1 sekaligus memastikan tiket ke semifinal menghadapi Argentina.

Namun, perhatian media Norwegia justru tertuju pada proses sebelum gol penyama kedudukan Inggris. Harian terbesar Norwegia, VG, mengklaim tendangan gawang Nyland sempat mengenai kabel kamera (camera wire) yang melintang di atas lapangan sehingga laju bola berubah dan menjadi lebih pendek dari seharusnya.

VG melaporkan kubu Norwegia meyakini insiden tersebut memengaruhi jalannya pertandingan hingga akhirnya Inggris mampu merebut penguasaan bola dan mencetak gol.

Media itu bahkan mengutip reaksi dari pihak Norwegia yang menyebut, "Sangat gila hal seperti itu bisa terjadi."

Nada serupa disampaikan penyiar publik Norwegia, NRK. Menurut mereka, perangkat pertandingan seharusnya menghentikan permainan dan meninjau insiden tersebut."Tim Norwegia sangat marah setelah Inggris menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sebelum gol itu, bola hasil tendangan Orjan Nyland mengenai kabel kamera yang membentang di atas lapangan sehingga jaraknya menjadi lebih pendek dari seharusnya. Wasit seharusnya memeriksa kejadian itu. Jika benar bola mengenai kabel tersebut, kita bisa menyaksikan salah satu skandal kepemimpinan wasit terbesar," tulis NRK.

Meski demikian, tidak semua media Norwegia memilih fokus pada kontroversi tersebut. Harian Dagbladet justru memberikan apresiasi terhadap perjuangan skuad Stale Solbakken sepanjang turnamen.

Dagbladet menilai perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 tetap layak dirayakan meski harus terhenti di perempat final.

"Petualangan Piala Dunia Norwegia memang telah berakhir setelah kalah 1-2 dari Inggris. Namun, jarang sekali para pemain Norwegia terlihat tetap begitu gembira setelah mengalami kekalahan. Piala Dunia kali ini menjadi pesta besar bagi Norwegia," tulis media tersebut.

Media itu juga mengungkapkan bahwa para pemain akan mendapat penyambutan khusus di Castle Square, Oslo, dalam beberapa hari ke depan. Pelatih Stale Solbakken dipuji karena berhasil menyatukan bangsa lewat pencapaian bersejarah Norwegia di Piala Dunia 2026.

Meski tersingkir, perjalanan Norwegia dianggap sebagai salah satu kisah sukses terbesar di turnamen. Penampilan impresif Erling Haaland dan rekan-rekannya mampu membawa negara tersebut mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, sekaligus membangkitkan optimisme baru terhadap masa depan sepak bola Norwegia.

Topik Menarik