Polisi Sekat Jalan Gatot Subroto di Depan DPR Jelang Demonstrasi 27 Agustus
Polisi melakukan penyekatan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, menjelang aksidemonstrasiyang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan pantauan SindoNews di lokasi sejak pukul 07.00 WIB, petugas telah menutup akses kendaraan yang hendak melintas tepat di depan kompleks parlemen dengan menggunakan water barrier.
Baca juga: Ada Demo di Depan DPR, Simak Rekayasa Lalu Lintas
Sejumlah anggota Kepolisian juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan di penyekatan.
Arus kendaraan dari arah selatan dialihkan berbelok ke kiri menuju Jalan Gerbang Pemuda atau menunu kawasan Gelora Bung Karno (GBK) sebelum mencapai kompleks parlemen. Sejumlah pengendara juga bisa memilih untuk melintas melalui Jalan Patal Senayan maupun Tol Dalam Kota.Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi terpantau padat. Banyak pengendara sepeda motor terlihat memperlambat laju kendaraan, bahkan berhenti sejenak untuk bertanya jalan ke petugas hingva mengambil gambar situasi penyekatan di depan Gedung DPR.
Baca juga: Kedubes AS Keluarkan Peringatan Aksi 27 Agustus, Warganya Diminta Hindari Area DPR
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan DPR/MPR diperkirakan berdampak terhadap arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Senayan. Sejumlah kelompok massa dijadwalkan menyampaikan aspirasi di depan kompleks parlemen pada hari ini.
Pengguna jalan diimbau mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dan mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif apabila hendak melintas di kawasan Senayan. Ruas jalan yang berpotensi terdampak antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, serta akses menuju Semanggi dan Slipi.
Kepolisian menyiapkan pengamanan di sekitar lokasi aksi dan akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan serta jumlah massa yang hadir.
Masyarakat juga diminta memantau informasi lalu lintas terkini melalui kanal resmi kepolisian maupun aplikasi navigasi untuk mengetahui kondisi jalan secara real time. Pengguna jalan diimbau mematuhi arahan petugas dan menghindari kawasan DPR/MPR apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.









