Syukur Mandar: Presiden Harus Memimpin Revolusi

Syukur Mandar: Presiden Harus Memimpin Revolusi

Nasional | sindonews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:02
share

Untuk memperbaiki kondisi Indonesia, presiden harus memimpin revolusi. Hal itu disampaikan Presiden Gerakan Oposisi Syukur Mandar.

Awalnya, Syukur Mandar mengatakan bahwa negara-negara mampu bertumpu pada kekuatan civil society. Menurutnya, kemajuan sebuah negara patokannya bukan pada kekuatan militer, tetapi pada pertumbuhan ekonomi, tingkat kesejahteraan, pendidikan, dan seterusnya.

Syukur juga menyoroti kondisi terkini Indonesia, di antaranya tentang banyaknya lulusan terbaik S1, S2, dan S3 yang antre menunggu pekerjaan. Di sisi lain, ada instrumen atau kekuatan pertahanan dan keamanan diberi proporsi pekerjaan yang seharusnya diisi sipil.

Baca Juga: Bunyi Pasal 33 UUD 1945 yang Kerap Disebut Prabowo saat Pidato

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisi Indonesia? "Saya selalu teriak perlu revolusi dan presiden harus memimpin revolusi," ujar Syukur Mandar dalam siniar atau podcast To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Sabtu (29/8/2026).Namun, Syukur mengatakan bahwa revolusi yang dimaksud bukan dengan tumpah darah. "Kenapa kita tidak bicara revolusi modern. Revolusi modern bisa terjadi kalau keinginan civil society dan kemauan elite bertemu pada satu kutub. Atas dasar apa? Atas dasar cita-cita negara dan meluruskan cita-cita kemerdekaan. Semua harus sadar dong," jelasnya.

Syukur menambahkan, Pasal 33 UUD 1945 yang selalu digaungkan Presiden Prabowo Subianto merupakan tumpuan dan harapan hidup negara. "Negara hidup di situ dan negara menghidupi rakyat dari situ. Itu substansi Pasal 33. Kan kita bicara tiga hal kalau dalam Pasal 33. Satu, ekonomi keluarga, (dua) cabang produksi dikuasai, (tiga) sumber daya alam dikuasai, prinsipnya," jelasnya.

Pemimpin yang baik mampu lumpuhkan sistem yang busuk

Dalam kesempatan itu, Syukur Mandar juga menegaskan bahwa pemimpin yang baik akan mampu melumpuhkan sistem yang busuk. "Presiden yang baik, akan mampu memberantas siapa pun mafia sistem yang busuk. Kalau dia baik dan dia punya keberanian, dia bisa menghabisi semua orang yang meskipun dalam sistem yang busuk, dia pasti menang, dia punya kekuasaan," ujarnya.

Jadi, kata Syukur, siapa pun yang menjadi presiden, kalau dia punya kemauan kuat dan tumbuh secara kuat dengan basis dukungan rakyat dan berpihak pada rakyat, sistem busuk pun bisa dia ubah. "Presiden yang tidak punya niat baik, berpikir kelompok, dalam sistem yang baik sekalipun, akan hancur."

Topik Menarik