BNPB Sebut 135 Hektare Lahan Terbakar Berhasil Dipadamkan

BNPB Sebut 135 Hektare Lahan Terbakar Berhasil Dipadamkan

Nasional | sindonews | Selasa, 1 September 2026 - 20:05
share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Kebakaran itu menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Hingga kini sudah 135 hektare lahan yang terbakar berhasil dipadamkan.

"Penanganan karhutla di Provinsi Riau. Termonitor bahwa ada empat titik api di dan menyebabkan juga kualitas udara umumnya sedang dan tidak sehat. Adapun jarak pandang-pandang relatif normal di atas 9 km," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (1/9/2026).

Meski masih dilanda karhutla, Berton menyebut kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka. Hal ini menandakan bahwa aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

"Kami bisa menyampaikan juga bahwa hari Minggu yang lalu car free day dilaksanakan di sana, ini menandakan bahwa cuaca eh kualitas udara di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru, sudah membaik dan kita berharap dan berdoa senantiasa kualitas ini tetap terjaga dengan baik," tuturnya.

Baca juga: Belasan Titik Api Karhutla Terdeteksi di Jambi-Sumsel, BNPB Imbau Warga Pakai MaskerMeski demikian, BNPB memastikan upaya pemadaman karhutla tetap dilakukan melalui satgas darat dan satgas udara. Satgas darat melakukan pemadaman pada enam Kabupaten. "Luas yang telah dipadamkan per tanggal 31 Agustus kemarin sebesar 126,65 hektare lebih. Ini melalui satgas darat," tuturnya.

Sementara satgas udara dalam upaya penanganan Karhutla, mengerahkan dua unit helikopter untuk melakukan monitoring hotspot dan arah sebaran asap. Serta tiga unit untuk melakukan water bombing.

Lihat video: KALIMANTAN “HILANG” DITELAN ASAP! Karhutla Menggila, Kualitas Udara Berbahaya

"Air yang disalurkan atau disebarkan melalui udara sebesar 516.000 liter air. Luas yang dipadamkan melalui water bombing ini sebanyak 8,8 hektare," sambungnya.

Dia menegaskan pihaknya hingga saat ini belum bisa melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan buatan. Karena tidak adanya potensi awan sebagai target penyemaian.

Topik Menarik