Ada Indikasi Upaya Pecah Belah di Balik Aksi Rusuh Agustus 2026

Ada Indikasi Upaya Pecah Belah di Balik Aksi Rusuh Agustus 2026

Nasional | sindonews | Selasa, 1 September 2026 - 21:58
share

Ketua Umum All Cipayung Nusantara David Pajung menilai terdapat pihak-pihak yang berupaya memecah soliditas pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui narasi yang berkembang di tengah rangkaian demonstrasi Agustus 2026.

Kerusuhan yang terjadi saat aksi bukan berasal dari kelompok demonstran yang menyampaikan aspirasi secara tertib. Terdapat pihak lain yang menunggangi aksi tersebut untuk membangun persepsi negatif terhadap pemerintah.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan 45 Tersangka Kerusuhan Demo 27 Agustus

"Yang kita protes adalah kelompok perusuh, penyusup, pembonceng yang sudah menciptakan prakondisi, sudah menyampaikan isu 4-5 bulan sebelumnya bahwa akan ada kerusuhan besar nanti," ujar David dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (1/9/2026).

Dia mengapresiasi massa aksi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang telah menyampaikan aspirasi secara damai. David menekankan kritik yang disampaikan pihaknya bukan ditujukan kepada mahasiswa maupun masyarakat yang berdemonstrasi melainkan kepada pihak-pihak yang diduga memanfaatkan momentum itu.Dia mengingatkan agar kelompok relawan pendukung pemerintahan tidak terjebak dalam upaya adu domba. Terdapat pihak yang berusaha membangun narasi seolah-olah terjadi perpecahan antara Presiden Prabowo, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Kita harus hati-hati, teman-teman kita seperjuangan hati-hati kita dipecah oleh kelompok-kelompok kepentingan yang sudah mem-framing," ujarnya.

Menurut David, tujuan pihak-pihak tersebut membentuk opini bahwa pemerintahan saat ini gagal dan tidak lagi mendapat dukungan masyarakat. Karena itu, dia meminta seluruh elemen pendukung pemerintah tetap solid dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang berkembang setelah demonstrasi berujung ricuh.

"Tujuan mereka untuk mem-framing bahwa pemerintah gagal, ada kerusuhan, lalu menciptakan opini pemerintah sudah ditolak oleh rakyat," katanya.

Topik Menarik