Hasil Asian Games 2026: Leo/Daniel Impresif, Indonesia Imbangi China 2-2
PT Sokonindo Automobile, agen pemegang merek DFSK di Indonesia, menyiapkan perubahan posisi merek dari kendaraan komersial menuju segmen kendaraan penumpang premium. Langkah itu ditandai kehadiran DFSK E5 Plus, SUV berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) rakitan lokal yang hingga kini telah mengumpulkan 600 surat pemesanan kendaraan (SPK).
Hal tersebut disampaikan Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin di sela rangkaian E5 Plus Indonesia Media Journey yang berakhir di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/9/2026). Perjalanan sejauh lebih dari 1.200 kilometer dari Jakarta itu menempuh rute Jakarta–Surabaya–Banyuwangi–Bali selama empat hari.
Cing Hok Rifin mengakui, selama ini DFSK lebih dikenal melalui lini kendaraan niaga. "Sekarang berubah menjadi passenger premium EV. Jadi, kita perlu mempersiapkan lebih matang," ujarnya.
Salah satu bentuk persiapan itu, menurut dia, adalah kesiapan pasokan unit. "Konsumen yang pre-book langsung ada barangnya," katanya.
Capaian Pemesanan
Pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, DFSK membukukan 600 SPK untuk seluruh model. Dari jumlah itu, separuhnya atau 300 unit disumbang E5 Plus. Adapun total pemesanan SPK E5 Plus hingga saat ini mencapai 600 unit, dengan target 1.000 unit sepanjang 2026.Pemesanan tidak terpusat di Jabodetabek. Permintaan juga datang dari Palembang, Medan, dan Bali. Penyerahan unit ke konsumen sudah berjalan. Bulan lalu tercatat 65 unit diserahkan, sedangkan pada bulan ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 130 unit. Sebarannya meluas dari Batam hingga Papua.
Varian Terjangkau
DFSK menyiapkan varian E5 Plus dengan harga lebih terjangkau pada tahun depan. Strategi penurunan harga ditempuh dengan memangkas sejumlah fitur pintar."Fitur pintar kita pangkas. Ada individu perusahaan yang mungkin tidak butuh ADAS level 2, lebih butuh efisiensi," kata Cing Hok Rifin.
Penyebab Jonatan Christie Bakal Duduki Peringkat 1 BWF meski Tak Menang di Kejuaraan Dunia
Saat ini E5 Plus dipasarkan di harga Rp539 juta on the road Jakarta. Harga tersebut menempatkannya berhadapan langsung dengan Chery Tiggo 8 CSH yang dijual Rp 449,9 juta untuk varian FWD Comfort, Rp 519,9 juta untuk FWD Premium, dan Rp 569,9 juta untuk varian AWD.
Kandungan Lokal
E5 Plus dirakit secara completely knocked down (CKD) di pabrik DFSK di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Namun, sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) masih dalam proses."TKDN masih dalam proses pengurusan, bekerja sama dengan vendor lokal. Tahun depan akan kita urus. Targetnya di atas 40 persen," ujar Cing Hok Rifin.
Ia mengakui, pencapaian target tersebut tidak mudah. "Cukup menantang karena PHEV memiliki baterai besar 25 kWh," katanya. Komponen baterai berkapasitas besar menyulitkan perhitungan kandungan lokal karena belum seluruhnya dapat dipasok dari dalam negeri.Pabrik Cikande memiliki kapasitas produksi 30.000 hingga 50.000 unit per tahun. Cing Hok Rifin menyebut utilisasi pabrik menjadi perhatian perusahaan. "Banyak yang lain masih di bawah 50 persen dari kapasitas. Ini yang akan kita optimalkan," ujarnya.
Jaringan dan Ekspansi
Untuk menopang perubahan posisi merek, DFSK memperluas jaringan purnajual. Saat ini perusahaan mengoperasikan 49 diler secara nasional, dengan rencana penambahan diler 3S (sales, service, spare parts) di wilayah Jabodetabek."Reputasi brand, kita ingin berubah mulai ke premium atas," kata Cing Hok Rifin.Ia menjelaskan, induk usaha Seres Group di China menaungi sejumlah merek kendaraan listrik, antara lain Aito dan Aiva. Pasar otomotif China yang mencapai 33 juta unit per tahun seluruhnya berkonfigurasi setir kiri.
Indonesia, menurut dia, menjadi satu-satunya basis produksi Seres Group di luar China. Posisi itu membuat pengembangan model setir kanan menjadi tantangan tersendiri sekaligus peluang. "Kita tentu ingin membawa banyak model baru lagi," ujarnya.
Uji rute panjang
Rangkaian media journey Jakarta–Bali dirancang sebagai pembuktian ketahanan kendaraan pada pemakaian jarak jauh. Rute yang dilalui mencakup jalan tol, kawasan perkotaan padat, jalur pesisir Pantura Jawa Timur, penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, hingga jalan berkelok di Bali barat.E5 Plus mengusung baterai lithium iron phosphate berkapasitas 25 kWh dengan klaim jarak tempuh listrik murni 140 kilometer dan jarak tempuh gabungan 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC. Mobil ini dibekali motor listrik 160 kW yang dipadukan mesin bensin 1.500 cc.
Pada hari ketiga perjalanan, peserta menguji fitur vehicle-to-load berdaya 3,3 kW untuk memasak di Banyuwangi, sementara kemampuan kamera 360 derajat dan sistem parkir otomatis diuji di Semarang pada hari pertama.








