Menhan Sjafrie Bahas Pengadaan Rafale dan Scorpene dalam Pertemuan dengan Menteri Pertahanan Prancis
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis HE Chaterine Vautrin di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari Annual Defense Minister Dialogue pertama antara Indonesia dan Prancis. Pertemuan digelar untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara.
“Kita mengharapkan ini menjadi momentum yang paling penting dalam rangka penguatan, tidak hanya kerja sama pertahanan, tetapi juga kerja sama antarbangsa Indonesia dan Prancis,” kata Sjafrie dalam pernyataan bersama.
Baca juga: Bertemu Jenderal Zhang, Menhan Sjafrie Perkuat Diplomasi Pertahanan Indonesia–China
Menurut Sjafrie, hubungan pertahanan Indonesia dan Prancis terus berkembang, salah satunya melalui kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Dia juga menyampaikan apresiasi atas pengadaan 42 jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation dan dua kapal selam Scorpene buatan Naval Group.
Dua kapal selam Scorpene tersebut rencananya dibangun bersama PT PAL Indonesia di Surabaya. Sjafrie mengatakan penguatan kerja sama alutsista ditandai dengan kedatangan pesawat Rafale pertama di Indonesia serta dimulainya pembangunan kapal selam Scorpene pertama oleh PT PAL.“Pada hari ini kita mengapresiasi penguatan kerja sama di bidang alutsista yang ditandai dengan kedatangan Rafale pertama di Indonesia dan dimulainya pembangunan kapal selam Scorpene yang pertama oleh PT PAL,” tutur Sjafrie.
Baca juga: Menhan Sjafrie dan Dubes Jepang Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan Maritim
Selain pengadaan alutsista, Indonesia dan Prancis juga berkomitmen meningkatkan kerja sama melalui pertukaran perwira untuk pendidikan dan latihan. Menurut Sjafrie, kerja sama tersebut mencakup hubungan antarinstitusi hingga interaksi antarpersonel.
“Ke depan, kita akan terus bekerja sama untuk menunjukkan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Prancis terus berkembang dan berada pada momentum yang sangat positif, tidak hanya untuk pengadaan alutsista, tapi juga dalam peningkatan kemampuan profesionalisme personel dan hubungan antarangkatan bersenjata,” kata Sjafrie.
Kunjungan Vautrin ke Indonesia juga berkaitan dengan Misi Pégase 2026 Angkatan Bersenjata Prancis. Dia dijadwalkan meninjau Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, yang menjadi salah satu lokasi kegiatan Angkatan Udara Prancis bersama TNI AU.
Dalam rangkaian Misi Pégase 2026, Vautrin meninjau pesawat-pesawat Prancis dan Indonesia yang berada di Indonesia pada 20–25 September 2026.










