Gibran Tinjau Pengungsi Banjir di Banjar Kalsel, Pastikan Persediaan Dapur Umum-Posko Kesehatan

Gibran Tinjau Pengungsi Banjir di Banjar Kalsel, Pastikan Persediaan Dapur Umum-Posko Kesehatan

Berita Utama | inews | Jum'at, 9 Januari 2026 - 08:40
share

BANJAR, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau posko pengungsian warga terdampak banjir di halaman eks Puskesmas Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Gibran juga menyapa para pengungsi, berdialog dengan warga, serta mendengarkan langsung kondisi dan kebutuhan di tempat pengungsian. 

Dalam kesempatan ini, Gibran menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi kelompok rentan dan memastikan layanan dasar tetap berjalan optimal.

“Warga yang mengungsi, terutama lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kaum disabilitas, harus benar-benar diperhatikan. Pastikan dapur umum menyediakan makanan tiga kali sehari dan posko kesehatan tetap aktif 24 jam,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat (9/1/2026).

Selain itu, Gibran juga meminta agar ketersediaan obat-obatan, air bersih, sanitasi, serta fasilitas pendukung lainnya terus terjaga, guna mencegah munculnya penyakit akibat banjir berkepanjangan. 

Dia menegaskan komitmen pemerintah pusat, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak. 

“Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki oleh pemerintah. Untuk sementara Bapak-Ibu tetap di sini dulu, dan pemulihan akan kita percepat,” tuturnya.

Setelah mengunjungi posko pengungsian, Gibran meninjau dapur umum untuk memastikan penyediaan makanan bagi pengungsi berjalan baik. Rangkaian peninjauan dilanjutkan ke permukiman warga yang masih tergenang banjir. 

Dengan menggunakan perahu karet, Gibran melihat langsung kondisi rumah-rumah terdampak sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di lapangan.

Berdasarkan data sementara, banjir di Kabupaten Banjar berdampak pada 9 kecamatan dan 121 desa, dengan 23.133 rumah terdampak dan 13.732 rumah masih terendam. Jumlah warga terdampak mencapai 42.082 kepala keluarga atau 118.151 jiwa, termasuk ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Topik Menarik