Breaking News: Iran Akhirnya Buka Selat Hormuz untuk Semua Kapal

Breaking News: Iran Akhirnya Buka Selat Hormuz untuk Semua Kapal

Terkini | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 20:56
share

DUBAI, iNews.id - Pemerintah Iran akhirnya membuka Selat Hormuz sepenuhnya bagi seluruh kapal niaga selama masa gencatan senjata yang masih berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

"Lintasan bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata," ujar Araqchi dalam pernyataannya di platform X, Jumat (17/4/2026).

Dia mengatakan, pelayaran kapal melalui Selat Hormuz tetap harus mengikuti rute terkoordinasi yang sebelumnya telah diumumkan oleh otoritas pelabuhan dan maritim Iran.

Menurut Araqchi, pengaturan jalur tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas kapal di salah satu jalur energi paling vital di dunia itu.

Sebelumnya Iran sempat mengancam akan memblokade Laut Merah serta jalur perairan penting lainnya di kawasan, merespons langkah Amerika Serikat (AS) yang memblokade Selat Hormuz.

Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, perwira di Markas Besar Khatam Al Anbiya, komando militer tertinggi Iran, memperingatkan militernya akan menutup lalu lintas Laut Merah serta jalur pelayaran lainnya di kawasan jika blokade AS terhadap pelabuhan Iran terus berlanjut.

"(Jika blokade AS berlanjut) Akan menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal dagang dan tanker minyak Iran dan sebagai tindakan "pendahuluan" untuk melanggar gencatan senjata yang sedang berlangsung," kata Aliabadi, dalam pidatonya di televisi, seperti dilaporkan kembali Middle East Eye.

Dia menegaskan, angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun terus berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah.

Mengomentari acaman Iran, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan tim negosiasi telah menyampaikan batasan AS. Dia menyebut ancaman tersebut sebagai bentuk keputusasaan Iran atas tekanan AS.

"Keputusasaan Iran untuk mencapai kesepakatan hanya akan meningkat dengan pemblokadean oleh angkatan laut Presiden Trump yang sangat efektif, mengirim kapal tanker minyak menuju Teluk Amerika yang besar dan indah," kata Leavitt.

Pusat Komando AS (Centcom) mengklaim, selama 48 jam pertama berlakunya blokade terhadap Selat Hormuz, tidak ada kapal yang berhasil melewati armada AS. Ini bertolak belakang dengan berbagai laporan media bahwa puluhan kapal, termasuk tanker China, melointasi Selat Hormuz dengan leluasa.

Topik Menarik