Hujan Angin Terjang Bogor, Puluhan Rumah Rusak dan Tanggul Jebol
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 19–20 April 2026. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang memicu banjir, tanah longsor, serta kerusakan puluhan rumah warga.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan dampak angin kencang terjadi di sejumlah wilayah pada Minggu 19 April, terutama di beberapa kecamatan.
"Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan rumah di enam kecamatan pada Minggu (19/4). BPBD Kabupaten Bogor mencatat dampak angin kencang di Kecamatan Tamansari (Desa Sirnagalih dan Sukamantri), Kecamatan Pamijahan (Desa Cimayang), serta Kecamatan Dramaga (Desa Sukadamai dan Purwasari)," kata Abdul, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Ciomas, tepatnya di Desa Padasuka, Sukamakmur, dan Ciomas Rahayu. Dampak angin kencang juga dirasakan di Kecamatan Ciampea (Desa Cinangka) dan Kecamatan Leuwiliang (Desa Karyasari).
Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
"Sebanyak sembilan unit rumah mengalami rusak ringan, delapan unit rusak sedang, dan satu unit rusak berat. BPBD Kabupaten Bogor bersama tim gabungan melakukan pembersihan material bangunan yang rusak," katanya.
Tidak hanya itu, hujan deras juga menyebabkan tanggul Kali Cikantul jebol, yang kemudian memicu banjir di sejumlah wilayah.
"Hujan dengan intensitas tinggi juga memicu peningkatan debit air Kali Cikantul dan jebolnya tanggul sehingga menyebabkan banjir di Kecamatan Tamansari (Desa Sirnagalih) dan Kecamatan Pamijahan (Desa Purwabakti) pada Senin (20/4)," kata Abdul.
Dampak banjir tersebut menyebabkan kerusakan tambahan pada puluhan rumah warga serta mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
"BPBD Kabupaten Bogor melaporkan empat unit rumah rusak berat, lima unit rusak sedang, empat unit rusak ringan, serta 50 unit rumah lainnya terdampak. BPBD bersama warga setempat melakukan pembersihan lumpur pascabanjir dan mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak," sambungnya.
Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, terutama di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang.
Longsor dilaporkan menerjang permukiman warga di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, serta Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang pada Senin 20 April. Hingga kini, tim gabungan bersama warga masih melakukan pembersihan material longsor secara bergotong royong.
"BPBD Kabupaten Bogor mencatat lima unit rumah rusak berat, 14 unit rusak sedang, dan 14 unit rusak ringan. Selain itu, lima unit rumah lainnya, satu akses jalan, serta beberapa fasilitas ibadah dan kesehatan turut terdampak," pungkasnya.









