Kisah Perjuangan Penjual Kangkung Berangkat Haji, Kumpulkan Uang sejak 1963
TANGERANG, iNews.id - Niran, seorang pedagang kangkung, akhirnya berangkat haji pada tahun ini. Niran mengaku sudah berdagang sejak tahun 1963 demi menabung untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Perjuangan Niran dimulai dari nol. Sebelum berdagang kangkung, dia menjual berbagai macam produk pangan yang sudah matang seperti jagung rebus dan kacang rebus.
"Tadinya mah dagang jagung rebus, kacang rebus, pertama sekali dagang sayuran, dagang buahan, berkali-kali ganti," ujar Niran di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Rabu (22/4/2026).
Sambil berdagang, Niran menyisihkan sedikit uangnya untuk tabungan haji.
Kangkung tersebut tidak ditanam sendiri oleh Niran, tetapi merupakan hasil beli dan kemudian dijual kembali. Keuntungan dari berdagang tersebut dimaksimalkan untuk menabung demi beribadah haji.
Niran berangkat ibadah haji bersama sang istri. Pria berusia 80 tahun itu berangkat bersama kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Banten dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Rabu (22/4/2026).
OJK Susun Peraturan Permodalan BPR/S
Keberangkatan Niran dan calon jemaah haji lainnya dari Embarkasi Banten dilepas langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Gus Irfan pun sempat menyapa Niran dan istrinya.
Niran mengaku sangat senang akhirnya bisa berangkat haji tahun ini. Dia mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh petugas haji Kementerian Haji dan Umrah.
"Alhamdulillah, bagus," kata Niran.









