Kisah Inspiratif Alfath, Mantan Kuli Bangunan yang Kini Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM

Kisah Inspiratif Alfath, Mantan Kuli Bangunan yang Kini Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM

Terkini | inews | Kamis, 23 April 2026 - 04:00
share

JAKARTA, iNews.id - Bekerja sebagai tukang bangunan tak menghalangi Alfath Qornain Isnan Yuliadi mewujudkan mimpinya berkuliah di UGM. Ia kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Sekolah Vokasi UGM angkatan 2022.

Menurut Alfath, ia merupakan satu-satunya lulusan SMK yang lulus di angkatannya. Bahkan, ia menjadi anggota keluarga yang menginjakkan kaki di bangku kuliah.

“Kalau di angkatan saya, jujur cuma saya. Satu-satunya dari SMK saya yang lolos,” ujarnya dikutip iNews.id dari laman resmi UGM, Kamis (23/4/2026).

Namun, perjalanannya untuk menempuh pendidikan tidak mudah. Sebab, kondisi ekonomi mengharuskannya untuk bekerja usai lulus.

“Awalnya memang tarik ulur. Karena dari awal saya dimasukkan ke SMK supaya setelah lulus bisa langsung bantu kerja,” sambungnya.

Selain itu, keluarganya juga belum mendukung karena kondisi ekonomi yang sulit. Alfath tak putus asa begitu saja, ia berusaha meyakinkan keluarganya.

“Saya bilang ke ayah, kalau saya mentok di SMK saja, kemungkinan berkembangnya lebih sulit. Saya ingin berkembang lebih jauh, saya ingin kuliah,” kenang dia.

Ia pun mulai mengumpulkan biaya mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan bekerja sebagai kuli bangunan.

“Saya nggak enak minta ke bapak. Jadi saya kerja, sebagian ditabung buat UTBK, sebagian buat kebutuhan sekolah,” katanya.

Di sela kerja penuh waktu dari pagi hingga sore, Alfath tetap menyisihkan waktu belajar di malam hari. Bahkan menjelang ujian, ia mengatur waktu dengan empat hari bekerja, tiga hari penuh di akhir pekan untuk belajar. 

Perjuangannya sempat diuji ketika ia mengalami kecelakaan kerja, jatuh dari lantai dua proyek bangunan. Namun, alih-alih menyerah, pengalaman itu justru menguatkan tekadnya. 

“Saya sempat overthinking, takut nggak bisa lanjut. Tapi alhamdulillah diberi kesempatan sampai di titik ini,” ujarnya.

Memasuki kehidupan bangku kuliah di UGM, Alfath ternyata menjadi salah satu mahasiswa berprestasi. Ia telah memenangkan sekitar 15 lomba di tingkat nasional dan internasional.

Ia bahkan sempat melangkah hingga menjadi finalis pada sebuah kompetisi di Nanyang Technological University Singapura.

“Orang tua saya senang banget. Mereka nggak menyangka anaknya bisa sampai dapat penghargaan dari UGM,” ujarnya.

Topik Menarik