76 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Pulih, 24 Masih Rawat Inap

76 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Pulih, 24 Masih Rawat Inap

Terkini | idxchannel | Minggu, 3 Mei 2026 - 17:40
share

IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaporkan perkembangan terbaru penanganan korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Sabtu (2/5/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 76 dari total 106 penumpang terdampak telah pulih dan kembali ke rumah, sementara 24 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan optimal selama proses pemulihan.

“Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang,” ujar Anne dalam keterangannya, Minggu (3/4/2026).

KAI masih membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat layanan pendampingan bagi korban dan keluarga, mulai dari layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, hingga dukungan trauma healing.

Selain itu, proses pengembalian barang milik pelanggan juga terus dilakukan. Hingga 2 Mei 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat 115 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 57 barang telah dikembalikan kepada pemilik, sementara 58 lainnya masih menunggu proses verifikasi di posko.

Di lokasi kejadian, dukungan dari masyarakat terus hadir. Warga dan komunitas datang menyampaikan doa serta meninggalkan bunga sebagai bentuk kepedulian. Kehadiran ini menjadi penguat bagi keluarga yang tengah melalui masa sulit.

Seiring berjalannya waktu, layanan di Stasiun Bekasi Timur telah kembali melayani masyarakat. Sejak operasional kembali berjalan pada 28 April 2026, tercatat volume pengguna KRL mencapai 15.774 pengguna untuk Gate In dan 20.575 pengguna untuk Gate Out.

Dalam proses pendampingan, KAI juga memberikan perhatian pada keberlanjutan kehidupan keluarga yang ditinggalkan. Dukungan berupa jaminan pendidikan diberikan kepada anak dari pelanggan yang meninggal dunia, agar harapan tetap terjaga dan masa depan dapat terus dilanjutkan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa seluruh upaya yang dilakukan saat ini berfokus pada pemulihan dan keselamatan ke depan.

“Kami tak hentinya menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan,” kata Bobby.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik