AS Sepakat Jual Senjata Senilai Rp149 Triliun ke Sekutu di Timur Tengah

AS Sepakat Jual Senjata Senilai Rp149 Triliun ke Sekutu di Timur Tengah

Terkini | inews | Minggu, 3 Mei 2026 - 18:28
share

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) telah menyepakati penjualan senjata senilai 8,6 miliar dolar AS atau setara Rp149 triliun kepada sekutu di Timur Tengah. Transaksi tersebut terjadi di tengah eskalasi perang AS-Israel melawan Iran.

Melansir Al Jazeera, penjualan senjata dilakukan setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menyebut keadaan darurat untuk mempercepat transfer tanpa peninjauan terlebih dahulu oleh Kongres AS.

Israel dan negara-negara Teluk telah menghadapi serangan rudal dan drone bertubi-tubi dari Iran sejak awal perang pada akhir Februari. Hal ini menguras persediaan senjata AS mereka dan membebani sistem pertahanan udara mereka.

Penjualan senjata tersebut termasuk transfer sistem senjata presisi canggih (APKWS) dan peralatan terkait ke Israel senilai 992 juta dolar AS, dan pembelian sistem komando pertempuran oleh Kuwait senilai 2,5 miliar dolar AS.

Qatar telah setuju untuk membeli APKWS dan mengisi kembali sistem pertahanan udara dan rudal Patriot mereka dengan biaya hampir 5 miliar dolar AS, sementara Uni Emirat Arab telah disetujui untuk membeli APKWS senilai 148 juta dolar AS.

Dalam serangkaian pengumuman pada hari Jumat, Departemen Luar Negeri AS mengatakan telah memberikan penjelasan terperinci atas keadaan darurat yang memerlukan penjualan tersebut demi kepentingan keamanan nasional AS, dengan melewati proses peninjauan kongres yang diuraikan dalam Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata.

Sistem Patriot digunakan untuk mencegat proyektil yang datang dan termasuk di antara peralatan pertahanan paling canggih dalam persenjataan militer AS.

APKWS digunakan untuk mengubah roket tanpa pemandu menjadi amunisi berpemandu presisi. Sistem komando pertempuran untuk Kuwait akan meningkatkan deteksi pertahanan udara negara itu dengan radar.

Pada bulan Maret, Departemen Luar Negeri menyetujui penjualan senjata terpisah senilai 16,5 miliar dolar AS ke UEA, Kuwait, dan Yordania.

Kesepakatan tersebut termasuk drone, rudal, sistem radar, dan pesawat F-16 untuk UEA, dan sistem radar pertahanan udara dan rudal untuk Kuwait.

Di luar kawasan Teluk, penggunaan amunisi AS yang besar dalam perang melawan Iran telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan Washington untuk melawan China jika terjadi perang memperebutkan Taiwan, pulau yang berpemerintahan sendiri yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Center for Strategic and International Studies bulan lalu menyimpulkan bahwa AS memiliki persediaan yang cukup untuk perang melawan Iran, tetapi akan membutuhkan lebih banyak lagi untuk menghadapi musuh seperti China.

“Persediaan sebelum perang sudah tidak mencukupi; tingkat persediaan saat ini akan membatasi operasi AS jika terjadi konflik di masa depan,” tulis laporan tersebut.

Topik Menarik