Indonesia Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim, Kalahkan UEA!
JAKARTA, iNews.id - Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di sektor pariwisata internasional. Dalam pemeringkatan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, Indonesia berhasil melonjak ke posisi kedua dunia sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik.
Pencapaian ini menjadi lompatan signifikan setelah pada 2025 Indonesia masih berada di peringkat kelima. Kini, Indonesia mengantongi skor 79 dan sejajar dengan Arab Saudi serta Turki di posisi kedua. Adapun posisi pertama masih ditempati Malaysia dengan skor 83.
Kenaikan tiga tingkat dalam satu tahun membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan peningkatan paling impresif di jajaran 20 besar GMTI 2026. Bahkan, skor 79 yang diraih tahun ini menjadi nilai tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam indeks tersebut.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh ekosistem pariwisata nasional dalam membangun layanan yang ramah bagi wisatawan Muslim.
“Terima kasih kepada seluruh ekosistem pariwisata ramah Muslim Indonesia. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dalam memenuhi standar dan persyaratan GMTI, sehingga Indonesia berhasil meningkatkan peringkat dan semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata ramah Muslim dunia,” ujar Widiyanti dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa berbagai program penguatan wisata halal yang dijalankan pemerintah dan pelaku industri mulai membuahkan hasil nyata. Indonesia dinilai semakin siap memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim dari berbagai negara.
Penilaian GMTI mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kemudahan akses tempat ibadah, ketersediaan makanan halal, fasilitas pendukung di bandara, hingga akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.
Selain faktor layanan, kekayaan budaya Nusantara dan jejak warisan Islam yang tersebar di berbagai daerah juga menjadi nilai tambah yang membuat Indonesia semakin diminati wisatawan mancanegara.
Dalam daftar GMTI 2026, Qatar menempati posisi kelima dengan skor 76. Sementara Uni Emirat Arab justru mengalami penurunan empat peringkat ke posisi keenam dengan skor 75. Bahrain menjadi negara dengan lonjakan terbesar setelah naik lima tingkat ke posisi ketujuh.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menegaskan capaian tersebut memperlihatkan semakin kuatnya daya saing Indonesia di pasar wisata halal global yang terus berkembang setiap tahun.
Ia optimistis Indonesia mampu mempertahankan tren positif tersebut dan bahkan merebut posisi puncak pada pemeringkatan tahun mendatang.
“Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai Muslim-Friendly Destination of the Year pada tahun depan,” kata Bayu Aji.
Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia serta semakin berkembangnya ekosistem halal nasional, Indonesia kini semakin dekat mewujudkan ambisi menjadi destinasi wisata ramah Muslim nomor satu di dunia.









