Iran Sebut Pemberlakuan Kembali Sanksi Minyak oleh AS Langgar MoU Damai

Iran Sebut Pemberlakuan Kembali Sanksi Minyak oleh AS Langgar MoU Damai

Terkini | idxchannel | Rabu, 8 Juli 2026 - 16:14
share

IDXChannel - Iran memandang pemberlakuan kembali sanksi minyak oleh Amerika Serikat (AS) sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan damai antara kedua negara.

Dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (8/7/2026), Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindakan tersebut.

"Ini pelanggaran nyata terhadap Pasal 10 Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang ditandatangani pada 18 Juni," kata kementerian itu.

Menurut kementerian itu, langkah ini semakin membuat negara sulit percaya terhadap komitmen AS.

Lebih lanjut, kementerian tersebut menuduh bahwa AS telah berulang kali melanggar berbagai ketentuan memorandum, baik secara langsung maupun melalui tindakan rezim Zionis terhadap Lebanon.

"Pemerintah AS, seperti biasa, melanggar kewajibannya dan berusaha membenarkannya dengan berbagai alasan," kata kementerian tersebut.

Pernyataan tersebut juga menekankan otoritas Iran atas Selat Hormuz. Teheran menyatakan diri sebagai satu-satunya pihak yang berwenang untuk mengelola jalur maritim penting tersebut.

AS berencana mencabut pengecualian sanksi untuk minyak Iran. Washington menggunakan serangan Teheran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz sebagai alasan pencabutan.

MoU perdamaian untuk menghentikan pertempuran selama 60 hari ditandatangani kedua pihak bulan lalu. Namun, bentrokan masih kerap terjadi dan keduanya saling menuduh lawannya melanggar kesepakatan. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik