Ahok: Golf Tempat Negosiasi Paling Sehat dan Murah, Bukan Sekadar Olahraga

Ahok: Golf Tempat Negosiasi Paling Sehat dan Murah, Bukan Sekadar Olahraga

Berita Utama | okezone | Selasa, 27 Januari 2026 - 14:43
share

JAKARTA – Eks Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengungkapkan bahwa lapangan golf menjadi salah satu tempat negosiasi paling sehat dan murah. 

Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, Selasa (27/1/2026).

Awalnya, Ahok mengaku tidak menyukai golf. Saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, ia bahkan melarang pejabat Pemda bermain olahraga ini karena dinilai menyita waktu kerja.

"Dulu saya paling benci main golf. Saya melarang semua orang Pemda tidak boleh main golf, karena kita kerja terlalu banyak," ujar Ahok.

 

Namun pandangannya berubah saat meniti karier di Pertamina. Menurut Ahok, golf menjadi sarana menjaga hubungan dengan pihak-pihak internasional seperti Chevron dan Exxon, yang rutin mengajak bermain. Demi memelihara relasi, Ahok pun belajar golf dan menyadari fungsinya sebagai arena negosiasi yang efektif.

"Kalau saya nego dengan Exxon, minta bagian saham, negosiasi di lapangan golf jauh lebih murah dibandingkan night club. Golf adalah tempat negosiasi paling sehat, paling murah," jelasnya. 

 

Ia menambahkan, dalam sesi golf, mereka juga melakukan ‘isian’ berupa apresiasi, bukan judi.

Diberitakan sebelumnya, Anak pengusaha minyak Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza didakwa menggunakan uang Rp176 miliar untuk bermain golf di Thailand. Uang itu diduga berasal dari penyelewengan yang dilakukan Kerry bersama terdakwa perkara korupsi tata kelola minyak mentah, dan produk kilang minyak di PT Pertamina.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan Kerry Adrianto. Kerry menggunakan uang itu bersama Gading Ramadhan Joedo, Dimas Werhaspati bersama pihak PT Pertamina yakni Yoki Firnandi, Sani Dinar Saifuddin, Arief Sukmara dan Agus Purwono.

"Terdakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza dan Gading Ramadhan Joedo menggunakan uang sebesar Rp176.390.287.697,24 yang berasal dari pembayaran sewa Terminal BBM Merak, yang antara lain digunakan untuk kegiatan golf di Thailand yang diikuti oleh Gading Ramadhan Joedo dan Dimas Werhaspati, bersama pihak PT Pertamina, yaitu antara lain: Yoki Firnandi, Sani Dinar Saifuddin, Arief Sukmara, dan Agus Purwono," tulis surat dakwaan itu, dikutip Selasa 14 Oktober 2025.

Topik Menarik