Bos BEI Mundur usai IHSG Babak Belur, Purbaya: Saatnya Serok-Serok!

Bos BEI Mundur usai IHSG Babak Belur, Purbaya: Saatnya Serok-Serok!

Berita Utama | inews | Jum'at, 30 Januari 2026 - 13:16
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak para investor untuk memanfaatkan momentum koreksi pasar saat ini untuk kembali melakukan akumulasi beli saham. Hal ini menyusul pengunduran diri Iman Rachman dari kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dinilai sebagai titik balik bagi kepercayaan pasar modal Indonesia.

Purbaya memandang, langkah pengunduran diri tersebut, ditambah dengan respons cepat pemerintah dalam membenahi regulasi bursa, menjadi katalis positif yang membuktikan keseriusan otoritas dalam menjaga stabilitas investasi.

“Ini positif kalau orang yang ngerti. Kalau nggak ngerti, bye. Saatnya serok-serok,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Menurut Menkeu, gerak cepat dalam menangani gejolak pasar akan menghapus keraguan para pemilik modal. Dia meyakini, investor, baik yang bermain di lantai bursa maupun yang bergerak di sektor riil, akan melihat komitmen nyata pemerintah dalam menjaga tata kelola yang bersih dan transparan.

“Kalau saya pikir ini sinyal yang positif. Artinya investor di pasar modal maupun di sektor riil melihat bahwa kita menangani masalah dengan cepat dan serius. Jadi yang tadinya ragu-ragu mestinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan akan lebih baik,” imbuhnya.

Dengan kembalinya keyakinan pasar, Purbaya optimistis aliran modal akan kembali deras masuk ke Indonesia. Kepercayaan investor ini diharapkan menjadi mesin penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan, sejalan dengan target ambisius pemerintah di tahun 2026.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8 persen dan sempat mengalami trading halt selama 2 hari berturut-turut pada 28-29 Januari 2026. Iman mengatakan, pengunduran diri ini bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi belakangan di pasar.

IHSG diketahui runtuh dari level tertingginya di level 9.000-an pada pertengahan Januari, menjadi di level 8.000-an pada akhir Januari.

"Saya sebagai Direktur Utama dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujarnya di Gedung BEI, Jumat (30/1/2026).

Iman berharap pengunduran dirinya dari bangku Direktur Utama akan membuat pasar lebih baik dan bertumbuh.

Topik Menarik