Kondisi Terkini usai Gempa M 7,6 di Ternate, 233 Rumah Rusak, 1.966 Jiwa Mengungsi

Kondisi Terkini usai Gempa M 7,6 di Ternate, 233 Rumah Rusak, 1.966 Jiwa Mengungsi

Berita Utama | inews | Minggu, 5 April 2026 - 15:57
share

TERNATE, iNews.id – Dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,3 yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) lalu menyisakan kerusakan masif. 

Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ratusan rumah dan fasilitas publik dilaporkan rusak berat. 

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Ternate resmi menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung sejak hari kejadian. 

Guncangan hebat menyebabkan kerusakan bangunan di enam kelurahan di Kecamatan Batang Dua. Berdasarkan data terbaru dari Pemerintah Kota Ternate, tercatat sebanyak 233 bangunan mengalami kerusakan, mulai dari kategori sedang hingga berat. Rincian bangunan yang terdampak meliputi 223 unit rumah warga, 8 bangunan gereja, 1 bangunan kantor, dan 1 gedung sekolah. 

Sementara itu, di wilayah pusat Kota Ternate, sejumlah rumah juga dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang. 

Hingga Minggu (5/4/2026), sebanyak 1.966 jiwa atau sekitar 568 Kepala Keluarga (KK) masih memilih bertahan di tenda-tenda darurat. Para pengungsi tersebar di 29 titik pengungsian yang didirikan secara swadaya maupun oleh petugas. 

Rasa trauma akibat guncangan besar dan potensi gempa susulan membuat warga masih enggan kembali ke rumah masing-masing, terutama mereka yang bangunannya sudah retak dan tidak stabil. 

"Status tanggap darurat kita berlakukan selama 14 hari ke depan untuk mempercepat proses penanganan dan pendistribusian bantuan," ujar Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly.

Mengingat lokasi terdampak merupakan wilayah kepulauan, Pemerintah Kota Ternate mengerahkan kapal milik Basarnas untuk mendistribusikan bantuan logistik. Bantuan difokuskan menuju Pulau Tifure dan Pulau Mayau. 

Logistik yang dikirimkan meliputi tenda darurat, makanan siap saji, obat-obatan, serta kebutuhan mendesak untuk bayi dan anak-anak. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, dan TNI-Polri terus bersiaga di lokasi untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para korban terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Topik Menarik