Oknum Polisi di Jateng Siksa Perempuan, Korban Disiram Air Keras hingga Dicekoki Narkoba

Oknum Polisi di Jateng Siksa Perempuan, Korban Disiram Air Keras hingga Dicekoki Narkoba

Berita Utama | sindonews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 07:12
share

Perempuan berinisial M (30) diduga menjadi korban penyiksaan seorang oknum aparat yang bertugas di Jawa Tengah. Korban disiksa, dicekoki narkoba sabu hingga disiram air keras oleh terduga pelaku.

Perempuan tersebut didampingi oleh Tim Hukum Hotman Paris Hutapea atau Hotman 911 sudah melaporkan oknum itu ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan teregister LP/B/295/VII/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Korban M sendiri sempat menangis usai melaporkan oknum itu. Berdasarkan pantauan, perempuan itu tak kuasa menahan sedih ketika konferensi pers soal perkara ini. Pernyataan dari pengacara pendamping sempat terhenti hingga akhirnya dilanjutkan usai korban kembali tenang.

Baca juga: Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim

Tim Hukum Hotman 911, Raden Reza mengungkapkan, korban M diperiksa langsung oleh penyidik Bareskrim Polri. Setidaknya, 20 pertanyaan dilontarkan kepada korban. Korban M usai diperiksa langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk kepentingan Visum et Repertum. "Jadi tadi ada sekitar 20 pertanyaan dari kita, datang dari jam setengah dua sampai jam tujuh. Dan sekarang kita lanjutkan untuk melakukan visum et repertum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati," ujar Raden di Gedung Bareskrim Polri, Kamis (2/7/2026).

Lihat video: LIVE Ada Oknum Aparat di Kasus Penculikan & Pemb*nuh*an Kacab Bank BUMN?

 

Menurut Raden, korban dan terduga pelaku ini awalnya dikenalkan. Singkatnya, perempuan tersebut dicekoki oleh narkotika jenis sabu oleh oknum tersebut.

Selama menjalin hubungan, Raden menyebut bahwa, korban dianiaya, diancam dan mendapatkan perlakuan seks menyimpang. Bahkan, korban M sempat disuruh meracik narkoba jenis sabu.

"Sepanjang itu korban juga dianiaya, disekap, diancam, dan ada perlakuan seks menyimpang, dan kita tidak perlu sebutkan karena itu asusila, ada banyaklah di situ. Dan juga terakhir itu korban dipaksa membuat sabu sendiri dan ada suatu hal, disiram oleh yang diduga air keras," ucap Raden.

Raden menyatakan, korban M dan oknum itu ternyata sudah menikah. Namun faktanya, korban baru tahu terduga telah memiliki istri sah. "Oh jadi pelaku ini memang menikahi korban setelah dicekoki terus oleh narkoba tersebut gitu kan. Nah setelah itu baru si korban ini tahu bahwa terduga pelaku itu sudah punya istri gitu sih," paparnya.

Raden menjelaskan, kejadian ini bermula pada tahun 2023 hingga 2025. "Jadi memang kejadian itu dimulai dari tahun 2023. Yang terakhir yang paling parah itu di tahun 2025 bulan September. Itu yang paling parah. Dan korban dibawa ke rumah sakit tapi memang si terduga pelaku ini memang tidak bertanggung jawab, ditinggal begitu saja di situ," ucapnya. Puteranegara

Topik Menarik