Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Polisi Sebut Pelaku Korban Bullying

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Polisi Sebut Pelaku Korban Bullying

Berita Utama | inews | Rabu, 15 Juli 2026 - 13:54
share

PADANG, iNews.id – Ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan menggegerkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Selasa (14/7/2026) . Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Polisi menyebut ledakan berkekuatan rendah itu terjadi di depan ruang kelas XII. Dari hasil penyelidikan awal, seorang siswa berinisial R (17) diduga membawa empat bom rakitan ke lingkungan sekolah. Satu bom meledak, sementara tiga lainnya berhasil diamankan dalam kondisi masih utuh.

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri mengatakan, aksi tersebut diduga dipicu rasa dendam karena R mengaku selama ini kerap menjadi korban perundungan (bullying) oleh teman-temannya.

"Anak ini merupakan korban bullying dari temannya. Ia ingin melampiaskan emosinya kepada temannya itu dengan cara seperti itu (meledakkan bom)," ujar Apri, Selasa.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula ketika suasana di depan ruang kelas mulai sepi karena para siswa keluar untuk beristirahat. Saat itu, R meletakkan bom rakitan di atas sebuah meja yang disebut sering menjadi tempat berkumpul para siswa yang diduga merundungnya.

Bom tersebut dipicu secara manual menggunakan korek api gas melalui sumbu, bukan dengan kendali jarak jauh.

"Di depan kelas ada meja, dimasukkan bom rakitan ini, kemudian diledakkan menggunakan korek api melalui sumbu. Ledakannya tidak besar, hanya skala kecil dan mengeluarkan asap," jelas Apri.

Beruntung, ledakan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Polisi kemudian mengamankan tiga bom rakitan lainnya yang belum sempat digunakan.

Dari hasil pemeriksaan, R mengaku mempelajari cara merakit bom melalui internet.

Meski demikian, Polresta Padang memilih mengedepankan pendekatan persuasif dan pemulihan psikologis terhadap R. Polisi menilai tindakan tersebut tidak lepas dari kondisi R yang diduga menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.

Kasus ini masih didalami untuk mengungkap seluruh fakta terkait peristiwa tersebut, termasuk proses pendampingan terhadap pelaku dan penanganan dugaan perundungan yang menjadi pemicu insiden.

Topik Menarik