Banjir Bandang Grand Canyon AS, 2 Orang Tewas Puluhan Masih Hilang

Banjir Bandang Grand Canyon AS, 2 Orang Tewas Puluhan Masih Hilang

Berita Utama | inews | Selasa, 1 September 2026 - 06:51
share

WASHINGTON, iNews.id - Banjir bandang yang menerjang taman nasional di Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat, sejauh ini menewaskan dua orang. Lebih dari 20 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Banjir bandang menerjang beberapa lokasi wisata di Grand Canyon pada Minggu (30/8/2026) setelah hujan deras mengguyur kawasan itu pada Sabtu malamnya.

Dinas Taman Nasional AS mengevakuasi 62 pengunjung yang terjebak dari beberapa area menggunakan helikopter. Mereka dievakuasi dari Phantom Ranch, yakni penginapan dan area perkemahan di pertemuan antara Bright Angel Creek dan Sungai Colorado serta dari Jalur North Kaibab yang membentang mengikuti aliran sungai tersebut di dasar ngarai.

Hujan deras menyebabkan aliran lumpur, bongkahan batu, dan puing-puing menerjang Bright Angel Creek, ngarai cabang utama yang membentang dari North Rim taman nasional hingga ke Sungai Colorado. Gelombang air yang dahsyat menghanyutkan jalur pendakian, jembatan, dan infrastruktur lainnya.

Dinas Taman Nasional mengonfirmasi temuan dua jenazah korban banjir, salah satunya seorang pria 46 tahun yang jasadnya ditemukan pada Minggu. Operasi pencarian dan evakuasi terus berlanjut di dasar ngarai.

Jumlah pasti orang hilang belum diketahui pasti. Namun, pihak pengelola taman nasional menyatakan dalam unggahan media sosial, sedang mencari informasi mengenai lebih dari 20 orang yang belum diketahui keberadaan mereka.

Kawasan South Rim taman nasional tetap dibuka untuk umum pada Senin. Namun fasilitas penginapan dan layanan lainnya ditutup, karena ancaman badai petir.

David Gregory, seorang pengunjung taman, mengatakan kepada CBS News, dia dan tamu lain di kompleks penginapan Phantom Ranch berlari melintasi jembatan penyeberangan menuju tempat lebih tinggi, 10 menit sebelum jembatan itu hanyut terbawa arus.

"Saya kira tidak akan selamat, itu akan menjadi akhir segalanya bagi kami," ujarnya.

Di antara pengunjung Taman Nasional Grand Canyon yang terjebak banjir tersebut adalah anggota DPR AS David Schweikert, seorang politisi Partai Republik dari Arizona. Dia sedang melakukan kegiatan arung jeram bersama teman-temannya di ngarai dekat Bright Angel Creek ketika mendengar suara gemuruh.

"Suaranya seperti deretan lokomotif yang melaju kencang dan menghantam batu-batu besar," kata Schweikert seraya menambahkan kelompoknya berhasil berjalan kaki menuju tempat yang aman.

Topik Menarik