Cerita Dini, Kuliah Sambil Bekerja hingga Jadi Wisudawan Terbaik Unesa

Cerita Dini, Kuliah Sambil Bekerja hingga Jadi Wisudawan Terbaik Unesa

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:22
share

Dini Yusa Rachman meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Wisuda ke-122 dengan IPK 3,87.

Di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan Dini menempuh kuliah sambil membantu ekonomi keluarga, bekerja sebagai tutor privat, dan membantu usaha jahit sang ibu.

Baca juga: Kisah Najmi, dari Penerima KIP Kuliah hingga Jadi Wisudawan Terbaik Unnes

Cerita Dini Berawal dari Keterbatasan Ekonomi

Prestasi tersebut diraih Lulusan S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) setelah melewati perjalanan yang tidak sederhana. Kondisi ekonomi keluarga yang sempat sulit membuatnya pernah mempertimbangkan untuk mengurungkan niat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun, keinginan untuk memperbaiki keadaan membuat perempuan asal Dinoyo itu tetap mencoba mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. Usahanya berbuah hasil setelah Dini diterima sebagai mahasiswa Unesa.

Bagi Dini, kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi merupakan tanggung jawab yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Karena itu, ia berusaha menjalani kuliah dengan disiplin sekaligus membantu keluarganya.Baca juga: Kisah Pandu, dari Jualan Roti Sambil Kuliah hingga Jadi Lulusan Terbaik IPB

Sepulang kuliah, Dini membantu pekerjaan jahit yang dikerjakan ibunya. Ia juga menjadi tutor privat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kesibukan tersebut, Dini tetap aktif dalam berbagai kegiatan organisasi mahasiswa.

Pengalaman Pribadi Menginspirasi Topik Skripsi

Pengalaman membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, organisasi, dan kondisi ekonomi keluarga turut memengaruhi pilihan topik tugas akhir Dini.

Ia mengangkat penelitian berjudul “Strategi Work-Life Balance Perempuan Pekerja Pabrik Benang Desa Sidorogo Kabupaten Sidoarjo”. Penelitian tersebut membahas bagaimana perempuan yang bekerja di pabrik mengatur waktu serta menjalankan berbagai peran dalam kehidupan sehari-hari.

Dini mengaku pengalaman membantu orang tua dan bekerja selama kuliah membuatnya lebih memahami tantangan yang dihadapi perempuan pekerja.

“Saya melihat sendiri bagaimana para perempuan pekerja berjuang menyeimbangkan hidup di tengah keterbatasan. Pengalaman membantu orang tua dan bekerja sejak kuliah mengajarkan saya bahwa selama kita mau tekun dan jujur menjalani proses, selalu ada jalan untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya, dikutip dari laman Unesa, Sabtu (3/10/2026).

Aktif Berorganisasi dan Mengembangkan Prestasi

Selain menjaga prestasi akademik, Dini juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Ia dipercaya memimpin Divisi Pengembangan Sumber Daya Organisasi Civic Study Club.Melalui organisasi tersebut, Dini turut menginisiasi kegiatan edukasi kebangsaan yang menyasar sekolah-sekolah. Ia juga berhasil mendapatkan pendanaan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) senilai Rp4,5 juta.

Di bidang kompetisi, Dini tercatat sebagai semifinalis bluChamp Business Case Competition Jawa Timur 2024.

Bersiap Melanjutkan Studi ke Jenjang Magister

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Dini kini mulai memasuki dunia kerja. Ia bekerja sebagai sekretaris pemasaran di industri periklanan.

Di tengah kesibukan tersebut, Dini juga mulai mempersiapkan rencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia menyiapkan tabungan sekaligus memperluas pengalaman dan pengetahuan sebagai bekal untuk studi berikutnya.

Perjalanan Dini Yusa Rachman menunjukkan bagaimana pendidikan dapat ditempuh di tengah keterbatasan dengan membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, keluarga, dan kegiatan organisasi. Predikat Wisudawan Terbaik Fisipol Unesa menjadi salah satu hasil dari proses panjang yang dijalaninya selama masa perkuliahan.

Topik Menarik