Sering Makan Sayur dan Buah tapi Tetap Susah BAB? Ini Penyebabnya

Sering Makan Sayur dan Buah tapi Tetap Susah BAB? Ini Penyebabnya

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:55
share

JAKARTA, iNews.id - Makan sayur dan buah kerap dianggap sebagai cara ampuh untuk menjaga kelancaran buang air besar (BAB). Namun, sebagian orang tetap mengalami susah BAB atau konstipasi meski sudah rutin mengonsumsi makanan yang kaya serat.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, mengungkapkan asupan serat bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelancaran BAB. Kebiasaan sehari-hari, terutama kurang bergerak dan jarang berolahraga, juga dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan.

Menurut dr Tirta, aktivitas fisik berkaitan dengan gerakan peristaltik usus yang berperan mendorong sisa makanan melalui saluran pencernaan.

"Semakin rutin seseorang bergerak, itu akan membuat usus kita itu menjadi peristaltiknya juga mendekati maksimal alias normal. Sehingga usus kita juga sehat ngikutin pemiliknya," ujar dr Tirta dalam unggahan di akun Instagram miliknya, dikutip Jumat (2/10/2026).

Sebaliknya, kebiasaan terlalu banyak diam atau malas bergerak dapat membuat gerakan peristaltik usus cenderung melambat. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat meningkatkan risiko mengalami konstipasi.

"Kalau orangnya mager, maka gerak peristaltiknya juga akan cenderung melambat, biasanya. Sehingga selain faktor kurang fiber dan kurang serat, khusus untuk orang-orang yang mager parah, itu kemungkinan besar dia untuk konstipasi juga meningkat," katanya.

Orang yang sudah rutin mengonsumsi sayur, buah, atau sumber serat lainnya tetapi masih mengalami susah BAB perlu melihat kebiasaan sehari-hari secara lebih menyeluruh.

"Tapi bukan faktor utama ya. Makanya banyak orang bilang ‘Sudah rutin minum sayur, makan sayur, jus buah, kok tetap susah ee'?’ coba dicek, obesitas enggak? Coba dicek, mager enggak? Rutin olahraga enggak?" ucap dr Tirta.

Dia menambahkan, masalah susah BAB yang berlangsung terus-menerus tidak sebaiknya diabaikan. Menurutnya, gangguan tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah masalah pada sistem pencernaan.

"Kalian-kalian ini ingat, risiko kalau kita susah ee' itu besar banget. Hemoroid, infeksi, gangguan motilitas pada usus, sampai yang paling parah itu bisa menyebabkan sumbatan pada usus jadi ileus," ujar dr Tirta.

Sebab itu, menjaga kelancaran BAB tidak cukup hanya dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Aktivitas fisik dan olahraga secara rutin juga perlu menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pola makan tinggi serat perlu diimbangi dengan gaya hidup aktif. Jika keluhan susah BAB berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Topik Menarik