Gara-gara Epstein Files, Eks PM Negara NATO Diselidiki atas Dugaan Korupsi
Badan anti-korupsi Norwegia, Okokrim, telah meluncurkan penyelidikan terhadap mantan Perdana Menteri (PM) Thorbjorn Jagland atas dugaan korupsi berat yang berasal dari hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein. Penyelidikan diluncurkan setelah nama mantan PM negara NATO itu muncul di halaman Epstein Files.
Epstein adalah pemodal Amerika Serikat (AS) yang tewas di penjara New York atas kejahatan seksual. Jutaan halaman, ribuan video dan gambar dari Epstein Files telah dirilis Departemen Kehakiman AS pekan lalu. Dalam berkas-berkas itu terungkap hubungan Epstein dengan para pemimpin dunia.
Jagland menjabat sebagai PM Norwegia dari tahun 1996 hingga 1997. Dia juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Dewan Eropa dari tahun 2009 hingga 2019 dan memimpin Komite Nobel Norwegia dari tahun 2009 hingga 2015.Baca Juga: Epstein Files: Informan FBI Yakin Jeffrey Epstein Agen Mossad
Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Okokrim mengatakan pihaknya telah meminta Kementerian Luar Negeri untuk mencabut kekebalan yang diberikan kepada Jagland sebagai mantan diplomat.
Trump: Saya Akan Dimakzulkan!
Kepala Okokrim, Pal Lonseth, mengatakan penyelidikan akan fokus pada apakah Jagland menerima hadiah atau bantuan terkait dengan jabatannya.Dalam sebuah email kepada Epstein dari Mei 2012, Jagland menulis: “Saya telah berada di Tirana (Albania) bersama gadis-gadis yang luar biasa.”
Dalam email lain dari Januari 2013, Jagland menulis tentang rencana untuk mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia bersama istri dan putra-putranya, menambahkan: “Saya tidak bisa terus seperti ini hanya dengan wanita muda, seperti yang Anda tahu.”
Pada hari Senin, Jagland mengatakan kepada surat kabar VG bahwa email-email tersebut berisi “istilah-istilah yang memalukan” yang dapat disalahartikan, dan mengatakan bahwa dia tidak pernah mengunjungi properti Epstein tanpa kehadiran istrinya.
Dia pun membantah pernah tinggal di pulau pribadi Epstein.
Pengacara Jagland, Anders Brosveet, mengatakan dia akan menyerahkan semua informasi yang relevan kepada para penyelidik. “Berdasarkan apa yang telah kami temukan sejauh ini, kami yakin dengan hasilnya,” kata Brosveet kepada Reuters, Jumat (6/2/2026).










