Ledakan Tambang Lubang Tikus di India Tewaskan Setidaknya 18 Orang

Ledakan Tambang Lubang Tikus di India Tewaskan Setidaknya 18 Orang

Global | okezone | Jum'at, 6 Februari 2026 - 15:19
share

JAKARTA – Ledakan di tambang batu bara ilegal di Negara Bagian Meghalaya, India timur laut, menewaskan setidaknya 18 penambang dan menyebabkan satu orang luka parah. Operasi penyelamatan sedang berlangsung untuk mengevakuasi beberapa orang yang dikhawatirkan masih terjebak.

Menurut keterangan polisi, ledakan terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat di East Jaintia Hills, Meghalaya. Polisi menduga ledakan disebabkan oleh dinamit yang digunakan untuk kegiatan penambangan.

Superintendent Polisi Negara Bagian, Vikash Kumar, mengatakan kepada wartawan bahwa kecelakaan itu terjadi karena penambangan lubang tikus – metode berbahaya yang melibatkan penggunaan dinamit untuk membuka terowongan sempit tempat para pekerja merangkak guna mengekstrak batu bara.

Penambangan lubang tikus terus berlanjut di negara bagian tersebut meskipun ada larangan menyeluruh, kata para aktivis.

 

Perdana Menteri Narendra Modi telah mengumumkan bantuan keuangan sebesar 200.000 rupee untuk korban meninggal dan 50.000 rupee untuk korban luka.

Tambang tersebut terletak di daerah berhutan, sekitar 72 km (45 mil) dari ibu kota negara bagian Shillong.

Kumar mengatakan 18 jenazah telah ditemukan sejauh ini dan satu orang dengan luka bakar parah telah dirawat di rumah sakit di Shillong. Namun, ia menambahkan belum jelas berapa banyak lagi pekerja yang mungkin terjebak di bawah tanah.

Polisi belum mengidentifikasi orang-orang yang memiliki dan mengoperasikan tambang tersebut, sementara kasus telah didaftarkan terhadap pihak yang tidak dikenal, kata Kumar. Mereka juga belum memastikan identitas para korban.

"Akuntabilitas akan ditegakkan, dan mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi tindakan hukum yang tegas," kata Ketua Menteri Meghalaya, Conrad Sangma, dalam sebuah pernyataan, yang dilansir BBC.

 

Beberapa warga setempat, yang mengatakan mereka baru-baru ini berinteraksi dengan para penambang, menyampaikan kepada wartawan bahwa sebagian besar korban tewas berasal dari negara bagian tetangga, Assam.

Ledakan ini termasuk kecelakaan pertambangan paling mematikan di Meghalaya dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2018, setidaknya 15 penambang terjebak setelah air dari sungai terdekat memenuhi lubang tambang, dengan operasi penyelamatan yang berlangsung berbulan-bulan. Meskipun lima penambang berhasil melarikan diri, jenazah dua orang kemudian ditemukan – sisanya akhirnya dianggap tewas.

Para aktivis mengatakan penambangan batu bara ilegal terus berlanjut di beberapa bagian Meghalaya meskipun ada larangan menyeluruh yang diberlakukan oleh Pengadilan Lingkungan Nasional pada 2014, pembatasan yang kemudian ditegakkan oleh Mahkamah Agung India. Sebuah komite pengawasan yang ditunjuk oleh pengadilan tinggi berulang kali menyoroti kegagalan penegakan hukum dalam beberapa tahun terakhir.

 

Kecelakaan fatal yang terkait dengan penambangan batu bara ilegal juga dilaporkan di beberapa negara bagian India dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Gujarat, Jharkhand, Assam, dan Benggala Barat.

Topik Menarik