Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!

Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!

Global | sindonews | Selasa, 17 Maret 2026 - 10:20
share

Pemerintah Afghanistan, yang dikendalikan Taliban, mengumumkan bahwa militer Pakistan telah membombardir sebuah rumah sakit di Kabul yang menjadi pusat rehabilitasi narkoba. Menurut Taliban, pengeboman melalui serangan udara ini terjadi Senin malam dan menewaskan sekitar 400 orang.

Jika klaim tersebut akurat, ini merupakan serangan paling mematikan dalam sejarah Afghanistan setelah serangan bom bunuh diri di bandara Kabul selama penarikan pasukan AS pada tahun 2021, di mana 169 warga sipil Afghanistan dan 13 tentara militer AS tewas.

Baca Juga: Kena Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Pakistan Tak Bayar Gaji Pejabat hingga 2 Bulan

Serangan udara yang terjadi pukul 21.00 semalam menandai peningkatan dramatis konflik yang dimulai akhir bulan lalu, di mana bentrokan lintas batas terjadi berulang kali dan juga serangan udara di dalam wilayah Afghanistan. Sejauh ini, semua seruan internasional untuk gencatan senjata belum diindahkan.

Kementerian informasi Pakistan membantah menargetkan rumah sakit tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka telah menyerang instalasi militer dan apa yang disebutnya sebagai "infrastruktur pendukung teroris" di Kabul dan provinsi Nangahar di Afghanistan timur.

Klaim Afghanistan

Wakil juru bicara pemerintah Afghanistan, Hamdullah Fitrat, dalam sebuah unggahan di X, mengatakan serangan udara telah menghantam rumah sakit sekitar pukul 21.00 malam waktu Kabul, menghancurkan sebagian besar fasilitas berkapasitas 2.000 tempat tidur tersebut. Dia mengatakan korban tewas sejauh ini mencapai sekitar 400 orang, sementara sekitar 250 orang dilaporkan terluka.Sekitar 2.000 orang dirawat di rumah sakit rehabilitasi narkoba, menurut laporan BBC, Selasa (17/3/2026), mengutip seorang pejabat rumah sakit, yang meyakini mungkin ada ratusan korban jiwa.

Fitrat mengatakan tim penyelamat sedang berupaya mengendalikan kobaran api dan mengevakuasi jenazah. Stasiun televisi lokal juga mem-posting video di X yang menunjukkan pasukan keamanan menggunakan senter saat mereka mengevakuasi korban sementara petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api di antara reruntuhan bangunan.

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabiullah Mujahid, mengutuk serangan tersebut. Dalam sebuah unggahan di X, dia menuduh Pakistan "menargetkan rumah sakit dan lokasi sipil untuk melakukan kekejaman". Dia juga mengatakan bahwa mereka yang tewas dan terluka dalam serangan itu adalah pasien di rumah sakit tersebut.

"Kami mengutuk keras kejahatan ini dan menganggap tindakan tersebut bertentangan dengan semua prinsip yang diterima dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," tulisnya.

Reaksi Pakistan

Juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Mosharraf Zaidi, menolak tuduhan Kabul sebagai tidak berdasar, dengan mengatakan tidak ada rumah sakit yang menjadi sasaran di Kabul.Dalam sebuah unggahan di X sebelum pejabat Afghanistan mengungkapkan jumlah korban tewas, Kementerian Informasi Pakistan mengatakan: "Serangan itu secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris, termasuk penyimpanan peralatan teknis dan penyimpanan amunisi Taliban Afghanistan dan militan Pakistan yang berbasis di Afghanistan di Kabul dan Nangarhar."

Menurut kementerian itu, fasilitas-fasilitas tersebut telah digunakan untuk melawan warga sipil Pakistan yang tidak bersalah.

Lebih lanjut, kementerian tersebut menyatakan bahwa penargetan Pakistan tepat dan dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada kerusakan tambahan yang ditimbulkan.

Kementerian itu mengatakan klaim Mujahid "palsu dan menyesatkan" dan bertujuan untuk membangkitkan sentimen dan menutupi apa yang digambarkan sebagai "dukungan tidak sah untuk terorisme lintas batas".

Serangan di Kabul

Serangan terbaru terjadi beberapa jam setelah pejabat Afghanistan mengatakan kedua pihak saling baku tembak di sepanjang perbatasan bersama mereka, menewaskan empat orang di Afghanistan.Konflik yang sedang berlangsung antara kedua negara tetangga di Asia Selatan itu kembali pecah bulan lalu setelah Afghanistan melancarkan serangan lintas batas sebagai tanggapan terhadap serangan udara Pakistan di dalam Afghanistan yang menurut Kabul menewaskan warga sipil. Bentrokan tersebut mengganggu gencatan senjata yang ditengahi oleh Qatar pada bulan Oktober setelah pertempuran sebelumnya menewaskan puluhan tentara, warga sipil, dan tersangka militan.

Pemerintah Pakistan menuduh Afghanistan menyediakan tempat perlindungan bagi Taliban Pakistan, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, serta bagi kelompok separatis Baloch yang dilarang dan militan lainnya yang sering menargetkan pasukan keamanan Pakistan dan warga sipil di seluruh negeri. Kabul membantah tuduhan tersebut.

Namun, Pakistan telah menyatakan bahwa mereka berada dalam "perang terbuka" dengan Afghanistan. Pada hari Minggu, Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan militer telah membunuh 684 pasukan Taliban Afghanistan, sebuah klaim yang ditolak oleh Afghanistan, yang mengatakan korban jiwa jauh lebih rendah. Kementerian Pertahanan Afghanistan dan pejabat lainnya mengatakan Afghanistan telah membunuh lebih dari 100 tentara Pakistan.

Topik Menarik