Serangan Brutal Israel Tewaskan Ratusan Orang di Lebanon dalam Waktu Singkat, PBB Desak Penyelidikan
JENEWA, iNews.id - Serangan brutal Israel ke Lebanon menewaskan ratusan orang hanya dalam waktu singkat, memicu kecaman keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dewan HAM PBB bahkan mendesak dilakukan penyelidikan cepat dan independen atas dugaan pelanggaran hukum internasional dalam serangan tersebut.
Dalam sehari, sedikitnya 184 orang dilaporkan tewas akibat gempuran yang terjadi pada Rabu (8/4/2026). Jumlah korban terus bertambah menjadi lebih dari 300 orang pada Jumat (10/4/2026), menunjukkan skala kehancuran yang sangat besar dalam waktu singkat.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk menyebut serangan tersebut sebagai sesuatu yang “mengerikan” dan sulit dipercaya, terlebih karena terjadi hanya beberapa jam setelah Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran.
PBB menegaskan hukum humaniter internasional secara jelas mewajibkan perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur non-militer. Prinsip ini, menurut Türk, tidak bisa ditawar dan harus dihormati oleh semua pihak yang terlibat konflik.
Lebih lanjut, dia menyerukan agar dilakukan penyelidikan cepat, independen, dan menyeluruh terhadap semua dugaan pelanggaran. Pihak-pihak yang bertanggung jawab, tegasnya, harus dibawa ke pengadilan.
Selain itu, Türk juga mengungkap kekhawatiran atas indikasi niat Israel untuk menduduki atau bahkan mencaplok sebagian wilayah Lebanon selatan. Pernyataan pejabat Israel serta skala serangan dinilai memperkuat kekhawatiran tersebut.
“Masyarakat internasional harus bertindak cepat untuk membantu mengakhiri mimpi buruk ini,” kata Türk.
Menurut otoritas Israel, sekitar 100 serangan dilancarkan hanya dalam waktu 10 menit, menghantam sejumlah wilayah padat seperti pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, hingga Lembah Bekaa. Dampaknya sangat luas, dengan rumah sakit kewalahan menangani korban luka dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
“Skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon hari ini sungguh mengerikan,” ujar Türk, seraya memperingatkan, agresi ini dapat semakin memperburuk stabilitas kawasan yang sudah rapuh.
Data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 182 orang tewas dan 722 lainnya luka pada hari pertama serangan. Angka korban jiwa kemudian meningkat menjadi 254 orang keesokan hari.










