Saham SOLA Bergerak di Bidang Apa? Emiten Pengolahan Aspal, Intip Lini Bisnisnya
IDXChannel—Saham SOLA bergerak di bidang apa? PT Xolare Rcr Energy Tbk (SOLA) tercatat sebagai emiten barang baku yang menjalankan kegiatan usaha utamanya di bidang perdagangan aspal dan jasa konstruksi.
Melansir laman resmi perseroan (13/1/2026), perusahaan ini didirikan pada 2014 dengan nama PT RCR Energy Indonesia, dan dulunya adalah perusahaan penanaman modal asing (PMA). Namun berubah menjadi perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada 2019.
Awalnya perseroan menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa konstruksi ketenagalistrikan. Tahun-tahun berikutnya perseroan sempat menerima kontrak EPC (engineering, procurement, construction) untuk industri gas.
SOLA pernah mendapatkan kontrak EPC PLTGU Senipah 27 MW. Setelah perusahaan berubah menjadi PMDN, perseroan mulai melakoni bisnis perdagangan aspal. Aspal yang dijual SOLA berasal dari impor dan sebagian lagi diproduksi oleh entitas anaknya.
Adapun merek dagang yang digunakan SOLA adalah Xolabit. Jenis aspal yang dijual SOLA adalah aspal pen 60/70, aspal modifikasi, aspal emulsi, coldmix, cat waterproofing, aspal membrane, dan sebagainya.
Pada segmen jasa, perseroan menyediakan jasa konstruksi pembangkit listrik tenaga uap, pembangkit listrik tenaga surya, bangunan industr, boiler gas, dan sebagainya. Jasa yang diberikan mulai dari rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC).
Lalu siapa pemilik saham SOLA saat ini? Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Xolare RCR Energy Tbk.
SOLA Bergerak di Bidang Apa? Informasi Kepemilikan Sahamnya
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, per 31 Desember 2025 pengendali saham SOLA adalah Mochamad Bhadaiwi dengan kepemilikan sebanyak 125,5 juta saham, setara 3,82 persen.
Mochamad Bhadaiwi adalah direktur utama yang kini menjabat di perseroan. Pemegang saham mayoritas lainnya di SOLA antara lain:
- PT Energi Hijau Investama 1,90 miliar saham/57,91 persen
- PT Asha Raharja Persada 260 juta saham/7,93 persen
- PT Xolabit Terminal Bitumen 307 juta saham/9,38 persen
- Masyarakat 622 juta saham/18,85 persen
Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham SOLA adalah Mochamad Bhadaiwi.
Pada perdagangan Selasa 13 Januari 2026, saham SOLA ditutup di harga Rp167 per saham pada sesi pertama, naik 28,46 persen dari pembukaan. SOLA masuk dalam jajaran top gainers harian.
Dalam satu tahun terakhir, SOLA mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 234 persen. SOLA sempat dijual di kisaran Rp50 per saham pada Januari hingga akhir April 2025.
Itulah informasi singkat tentang SOLA bergerak di bidang apa.
(Nadya Kurnia)









