Bencana Sumatera Rusak Rumah dan Infrastruktur, Perbaikan Butuh Anggaran Rp60 Triliun 

Bencana Sumatera Rusak Rumah dan Infrastruktur, Perbaikan Butuh Anggaran Rp60 Triliun 

Terkini | idxchannel | Jum'at, 16 Januari 2026 - 03:14
share

IDXChannel - Pemerintah telah menyelesaikan pendataan infrastruktur dan rumah rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Adapun total kebutuhan anggaran untuk perbaikan mencapai Rp60 triliun.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku telah menerima data rumah rusak akibat bencana Sumatera. Dia mengungkapkan, sebanyak 238.783 rusak imbas diterjang bencana yang terbagi dalam tiga kategori, yakni rusak ringan, rusak sedang, rusak berat maupun yang hilang atau hanyut. 

"Total rumah terdampak sampai dengan 14 Januari 2026 adalah 238.783 unit," ujar AHY dalam Rapat Koordinasi Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Wilayah terdampak rumah rusak paling banyak berada di Provinsi Aceh dengan jumlah 208.693 unit rumah. Selanjutnya Sumatera Utara sebanyak 24.294 unit rumah terdampak, sementara Sumatera Barat sebanyak 5.796 unit.

Berdasarkan estimasi sementara, biaya pembangunan rumah tersebut ditaksir sekira Rp8,2 triliun. Sedangkan anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan infrastruktur dasar ditaksir mencapai Rp51,8. Dengan demikian, totalnya Rp60 triliun.

"Tentunya kita bisa mengkalkulasi paling tidak ini estimasi biaya pembangunan atau perbaikan rumah-rumah warga tersebut kurang lebih sekitar tercatat di sini Rp8,2 triliun. Sedangkan untuk alokasi atau estimasi dari anggaran yang dibutuhkan untuk infrastruktur dasar berdasarkan laporan Menteri PU sekitar Rp51,8 triliun," kata AHY.

Dalam proses perbaikan tersebut, AHY mengaku membutuhkan pengawalan ketat termasuk percepatan pengerahan alat berat ke lokasi terdampak. "Kami menyarankan Bapak Menko, Bapak Ketua, agar benar-benar kita kawal melalui monitoring dan evaluasi," ujarnya.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik