Harga Minyak Melambung, Kadin Minta Semua Sektor Industri Waspada
IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta seluruh sektor industri untuk mewaspadai kenaikan harga minyak dunia di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.
"Jadi kalau dilihat sektor mana, ya semua sektor mesti waspada, dan kita tidak menganggap enteng sama sekali. Bahkan kita lihat juga ada beberapa perusahaan yang sudah force majeure. Tapi juga kita tidak boleh panik," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Dia menilai, naiknya harga minyak dunia akan berpengaruh terhadap asumsi dasar ekonomi makro APBN. Di mana harga minyak mentah Indonesia (ICP) diproyeksikan sebesar USD60 per barel, sedangkan saat ini minyak dunia sudah melambung di atas USD100 per barel.
"Itu setiap di atas dari USD60 yaitu asumsi APBN, tentu dampaknya akan terasa. Tapi memang kita mesti lihat dalam jangka satu bulan, dua bulan ini atau titik di atas USD100 sekarang sudah di bawah USD100. Kita mesti melihat stabilnya di mana," tutur
Debut Berakhir Pahit, Sergio Castel Bertekad Bawa Persib Bandung Remontada Lawan Ratchaburi FC
Menurutnya, dampak konflik terhadap ekonomi dalam negeri perlu diantisipasi. Anindya menyarankan pelaku usaha untuk melakukan efisiensi dalam menyiasati iklim bisnis yang tak menentu.
"Kita juga mesti berpikir bagaimana bekerja sama dengan pemerintah untuk memikirkan program-program prioritas mana yang kita mau dorong supaya efek putarnya itu cepat," katanya.
Selain itu, para pelaku usaha bisa berinvestasi di dalam negeri lantaran risiko dampak kenaikan harga minyak jauh lebih kecil.
"Karena merekalah yang sudah melalui siklus berkali-kali dan berani untuk investasi jangka panjang," tutur dia.
(DESI ANGRIANI)










