Lapor Prabowo, Luhut Prediksi Iran Tak Akan Lama Tutup Selat Hormuz
IDXChannel - Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), Luhut Pandjaitan mengikuti Sidang Kabinet dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas perkembangan dan dampak perang antara AS-Israel dan Iran. Konflik tersebut membuat Iran menutup Selat Hormuz yang selama ini dilewati 20 persen suplai minyak global.
Luhut mengatakan, Iran tidak akan menutup Selat Hormuz secara berkepanjangan. Pasalnya, selat tersebut selama ini menjadi sumber pendapatan negaranya.
"Tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive (bertahan). Jadi Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," ujarnya usai Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Luhut mengakui, penutupan Selat Hormuz berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia. Bahkan bagi Indonesia, kondisi ini mengancam APBN karena subsidi energi akan membengkak.
Pramono Buka Festival Imlek Jakarta 2026
Mantan Dubes RI untuk Singapura itu menuturkan, perang AS-Israel dan Iran saat ini dalam skala penuh. Hal ini langsung membuat harga minyak mentah bergerak di kisaran USD80-USD100 per barel. Padahal, minyak biasanya bergerak dalam rentang USD60-USD70 per barel dengan asumsi dalam APBN sebesar USD70 per barel.
Namun, kata Luhut, situasi konflik di Timur Tengah belum akan berdampak pada Indonesia dalam jangka pendek. "Kami datang dengan berbagai skenario dan kita lihat perkembangan dalam 1-2 minggu ke depan. Saya kira selama Lebaran saya kira akan semua baik-baik," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)










