FAO Peringatkan Bencana Pangan Global Imbas Penutupan Selat Hormuz
IDXChannel - Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat berkembang menjadi bencana agrifood global.
Dilansir dari Anadolu pada Minggu (19/4/2026), penutupan jalur maritim penting tersebut menghambat pengiriman bahan baku pertanian, terutama pupuk.
Gangguan yang berkepanjagan di Selat Hormuz bisa mengurangi hasil panen pada akhir tahun ini dan hingga 2027, yang ujungnya akan mengerek harga pangan.
FAO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal-kapal yang membawa pupuk harus dapat melanjutkan perjalanan sesegera mungkin. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu memperingatkan bahwa negara-negara miskin paling rentan terhadap gangguan ini.
FAO mengatakan Indeks Harga Pangan pada Maret relatif stabil karena pasokan sebagian besar komoditas masih melimpah, terutama serealia seperti beras dan gandum.
Namun, harga pangan diperkirakan mulai naik signfikan pada April dan Mei.
FAO mendesak pemerintah untuk menghindari pembatasan ekspor energi dan pupuk serta untuk menilai kembali mandat biofuel, mengalihkan lebih banyak lahan dan sumber daya ke biofuel dapat semakin memperketat pasokan pangan.
Badan tersebut juga mengatakan bahwa instrumen pembiayaan multilateral, termasuk fasilitas Dana Moneter Internasional (IMF), dapat digunakan untuk membantu negara-negara rentan mendapatkan pupuk dengan cepat.
FAO menambahkan bahwa pasar pupuk dan energi bersifat inelastis, artinya harga dapat naik tajam bahkan dengan gangguan yang relatif kecil dalam volume perdagangan, dan memperingatkan bahwa risiko saat ini mungkin melebihi risiko yang terlihat pada 2022 jika diperparah oleh El Nino yang kuat. (Wahyu Dwi Anggoro)








