Wall Street Dibuka Menghijau, Saham Nvidia Pimpin Penguatan
IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (27/8/2026) pagi waktu setempat. Indeks Nasdaq memimpin penguatan setelah kinerja Nvidia kembali mempertegas kuatnya permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dikutip dari Reuters, saham Nvidia melonjak 7,3 persen setelah perusahaan semikonduktor tersebut membukukan kinerja kuartalan yang kuat dan memberikan prospek positif. Kendati demikian, Nvidia memperingatkan keterbatasan pasokan komponen memori dapat menahan laju pertumbuhan industri AI.
CEO Tuttle Capital Management, Matthew Tuttle mengatakan, pasar merespons positif prospek permintaan Nvidia. Namun, kinerja yang melampaui ekspektasi masih menyisakan sejumlah pertanyaan bagi investor terkait keberlanjutan pertumbuhan tersebut.
Kinerja sejumlah perusahaan teknologi lainnya turut memperkuat sentimen pasar. Saham Salesforce melonjak 14,4 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunan, sekaligus meluncurkan plug-in yang terintegrasi dengan model AI Claude milik Anthropic.
Saham CrowdStrike juga naik 14,5 persen setelah perusahaan keamanan siber tersebut meningkatkan proyeksi pendapatan tahunan dan membukukan laba kuartal II di atas perkiraan. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran bahwa teknologi AI dapat mengganggu industri perangkat lunak (software) tradisional.
Pada pukul 09.42 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 35,72 poin atau 0,08 persen menjadi 53.499,60. S&P 500 menguat 26,74 poin atau 0,35 persen menjadi 7.702,44, sedangkan Nasdaq Composite naik 217,12 poin atau 0,83 persen menjadi 26.342,87.
Saham perusahaan semikonduktor Micron Technology dan Marvell Technology masing-masing naik sekitar 1 persen. Saham ServiceNow menguat 5 persen, sementara Palo Alto Networks melonjak 8,5 persen.
Sebaliknya, saham Moderna turun 4,6 persen setelah mengumumkan penjualan obligasi konversi senilai USD2 miliar. Saham HP anjlok 9 persen setelah pengiriman dan margin unit PC perusahaan menurun pada kuartal III.
Setelah laporan kinerja Nvidia dirilis, perhatian investor kembali beralih ke kebijakan moneter. Pelaku pasar menantikan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga, terutama setelah data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS pada Rabu sedikit lebih tinggi dari perkiraan.
Chief Market Strategist Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene mengatakan, investor ingin mendapatkan kejelasan mengenai indikator yang dapat mendorong The Fed mengubah kebijakan suku bunga. Pasar juga menunggu kepastian apakah bank sentral AS tetap berpegang teguh pada target inflasi 2 persen, katanya.
Di sisi lain, jumlah warga AS yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran turun menjadi 203.000 pada pekan yang berakhir 22 Agustus 2026, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 208.000. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang turut diperhatikan pasar dalam menilai kondisi ekonomi dan arah kebijakan The Fed.
(Rahmat Fiansyah)






