Tragis! Niat Tolong Wisatawan, Pemuda asal Malang Tewas Tenggelam di Pantai Sine
TULUNGAGUNG, iNews.id – Aksi heroik Muhammad Attaya Ulum (20), warga Kecamatan Blimbing, Kabupaten Malang, berakhir tragis. Bermaksud menyelamatkan wisatawan lain yang terseret arus di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, pemuda ini justru hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (9/2/2026) pagi.
Jenazah korban ditemukan oleh tim SAR gabungan tergeletak di antara bebatuan karang di area muara sungai setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari.
Insiden memilukan ini bermula pada Sabtu (7/2/2026) lalu. Saat itu, korban bersama tiga rekannya tengah menikmati suasana di Pantai Sine. Di tengah aktivitas tersebut, mereka melihat dua orang pengunjung asal Ponorogo yang sedang mandi di laut terseret arus kuat ke tengah.
Tanpa ragu, Attaya dan tiga temannya langsung menceburkan diri ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun, kondisi arus yang ganas membuat mereka kewalahan.
"Korban bersama tiga rekannya berupaya menolong, namun nahas mereka kehabisan napas di tengah laut. Tiga rekannya berhasil kembali ke tepian, sementara korban tidak mampu menepi dan akhirnya tenggelam," ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto.
Setelah hilang selama dua hari, jasad Attaya akhirnya ditemukan pada Senin pagi. Lokasi penemuan jenazah berada di bebatuan karang muara sungai, tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Petugas segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah korban ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung guna keperluan visum dan pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Malang.
"Dengan ditemukannya jenazah korban, maka operasi pencarian secara resmi kami hentikan," kata Iptu Nanang.
Polisi mengimbau kepada para wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan, khususnya Pantai Sine, untuk tidak berenang atau mandi di laut. Karakteristik pantai selatan yang memiliki ombak besar dan arus bawah laut yang kuat (rip current) sangat membahayakan keselamatan, meski bagi mereka yang mahir berenang sekalipun.










