Dony Oskaria Ungkap Kampung Nelayan bakal Dikelola BUMN

Dony Oskaria Ungkap Kampung Nelayan bakal Dikelola BUMN

Terkini | inews | Kamis, 12 Februari 2026 - 20:35
share

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengungkapkan Kampung Nelayan akan menjadi bagian dari ekosistem yang dikelola melalui perusahaan pelat merah PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Hal ini disampaikan usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

“Ini kan masuk dalam ekosistem yang akan nanti dikelola melalui Jaladri. Jadi ini kan memang bagaimana kita mengoptimalkan potensi dari pada laut kita, sehingga Jaladri nanti akan fokus kepada pengembangan produktivitas di industri perikanan kita,” kata Dony kepada awak media.

Dony menambahkan, pembangunan kampung nelayan tidak hanya berhenti pada aspek fisik saja. Nantinya, kampung nelayan harus dipersiapkan secara bisnis, termasuk offtake hasil produksi.

Dia juga menuturkan, penguatan industri galangan kapal menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Dony turut mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah mendorong tumbuhnya industri ini. 

“Dan berterima kasih tentunya karena industri ini tumbuh dari KKP, sehingga industri dari galangan-galangan kapal kita itu akan menjadi optimal kan. Ini sejalan dengan cara kita untuk melakukan konsolidasi dari pada galangan kapal kita. Ini bagus sekali kan,” ucapnya.

Konsolidasi galangan kapal akan dilakukan di bawah PT PAL sebagai bagian dari penguatan kapasitas nasional. Dony memastikan bahwa proses konsolidasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat dan menilai langkah ini akan membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi lulusan teknik perkapalan dan sektor terkait.

“Kemudian juga Jaladri nanti tidak hanya akan mengembangkan di sisi hulunya, tetapi juga hilirnya. Jadi nanti industri turunan dari pada perikanan kita itu juga akan kita kembangkan secara masif. Nah ini pertumbuhan pembukaan lapangan pekerjaannya itu akan sangat masif ke depannya,” tuturnya.

Dony juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari perubahan orientasi ekonomi nasional yang lebih mendasar. Dia pun menggarisbawahi pentingnya membangun ekonomi berbasis kekuatan domestik. 

“Sehingga nanti harapannya semakin banyak tenaga kerja yang bisa kita kembangkan dan basis ekonomi kita juga kembali kepada kekuatan kita sendiri. Kita punya laut, kita punya pangan, ya kan. Nah inilah supaya ini juga disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Topik Menarik