5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Suaka di Australia usai Kabur dari Hotel

5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Suaka di Australia usai Kabur dari Hotel

Olahraga | inews | Selasa, 10 Maret 2026 - 23:14
share

CANBERRA, iNews.id – Lima pemain Timnas Putri Iran mendapat visa untuk tetap tinggal di Australia setelah mereka melarikan diri dari hotel selama berlangsungnya turnamen Piala Asia Wanita 2026. Keputusan tersebut diambil setelah muncul kekhawatiran terkait keselamatan mereka jika kembali ke Iran.

Peristiwa ini terjadi setelah Timnas Putri Iran memulai kampanye mereka di Piala Asia. Pada pertandingan pertama turnamen tersebut, para pemain Iran memilih tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum laga dimulai.

Sepanjang turnamen, performa Iran tidak berjalan baik. Tim tersebut menelan kekalahan dari Korea Selatan, Australia, dan Filipina sehingga harus finis di posisi terbawah Grup A.

Biasanya tim nasional akan langsung kembali ke negara asal setelah turnamen selesai. Namun laporan ESPN menyebut para pemain khawatir menghadapi ancaman serius jika pulang ke Iran.

Laporan tersebut menyebut adanya kekhawatiran tim bisa menghadapi penganiayaan setelah kembali ke negaranya. Bahkan muncul ketakutan hukuman mati bisa menimpa para pemain.

Situasi tersebut mendorong sebagian pemain mencari perlindungan. Pemerintah Australia kemudian memberikan visa bagi lima pemain untuk tetap tinggal di negara tersebut.

Menurut laporan Reuters, lima pemain yang mendapat izin tinggal adalah Ghanbari, Zahra Sarbali Alishah, Mona Hamoudi, Atefeh Ramezanizadeh, dan Fatemeh Pasandideh.


Pemerintah Australia Beri Perlindungan

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan masyarakat Australia tersentuh dengan situasi yang dialami para pemain.

“Warga Australia tersentuh dengan kondisi para perempuan pemberani ini. Mereka aman di sini dan seharusnya merasa seperti berada di rumah sendiri,” kata Anthony Albanese.

Dia menjelaskan aparat federal Australia segera bertindak setelah mengetahui para pemain membutuhkan bantuan.

“Begitu jelas para perempuan ini menginginkan bantuan, polisi federal Australia memindahkan mereka ke lokasi aman dan mereka tetap berada di sana,” ujarnya.

Reuters melaporkan lima pemain tersebut dipindahkan ke lokasi aman oleh Polisi Federal Australia pada Senin malam. Hingga kini mereka masih berada dalam perlindungan otoritas setempat.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menyatakan para pemain tetap berada di tempat aman di bawah perlindungan aparat.

Dia menjelaskan proses pengurusan visa selesai sekitar pukul 01.30 dini hari.

“Ada kehadiran polisi di beberapa titik dan kami memastikan kesempatan itu tersedia,” kata Tony Burke.

Setelah proses visa selesai, suasana perayaan terjadi di antara para pemain.

“Setelah semuanya disetujui tadi malam, ada banyak foto, banyak perayaan, lalu spontan terdengar teriakan ‘Aussie, Aussie, Aussie, oi, oi, oi’,” ujarnya.

Tony Burke menilai para pemain tersebut memiliki masa depan di Australia.

“Mereka atlet hebat, orang-orang hebat, dan mereka akan merasa sangat seperti di rumah di Australia,” ucapnya.

Topik Menarik