Bertemu Luhut hingga Purbaya, Prabowo Waspadai Dampak Perang AS-Israel vs Iran
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto bertemu ketua dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait di Jakarta, pada Rabu (11/3/2026) kemarin. Tampak hadir Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.
Selain itu, ada juga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, hingga Menteri Investasi Rosan Roeslani
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi global, termasuk dampak perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
“Presiden Prabowo menerima ketua dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait untuk membahas perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026,” ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Menurut Seskab Teddy, dalam pertemuan tersebut turut disampaikan bahwa kondisi pasokan energi nasional saat ini masih dalam keadaan aman. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas nasional tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,” ujar Teddy.
Selain membahas stabilitas energi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Salah satu fokus yang disampaikan Prabowo adalah percepatan program swasembada energi sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan energi global.
“Presiden juga menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial, untuk meningkatkan efisiensi belanja negara,” ucap Teddy.
Lebih lanjut, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang. Antisipasi dan kesiapan kebijakan dinilai penting agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.










